JOGJA - Data Kementerian Kesehatan mengutip World Health Organization (WHO), pembawa sifat Talasemia di Indonesia berkisar 6-10 persen. Artinya dari setiap 100 orang penduduk terdapat 6-10 orang yang merupakan pembawa sifat Thalasemia. Tapi belum banyak yang paham terkait penyakit genetik tersebut.
Karena itu, Astra Daihatsu bersama Direktorat Pengabdian pada Masyarakat UGM, menggelar program KKN dengan muatan khusus Peduli Thalassemia. Mahasiswa calon peserta program KKN,mengikuti pembekalan dan sosialisasi mengenai Thalassemia di Gedung UC UGM Senin (4/12).
Baca Juga: Masalah Sampah DIY Kegagalan Implementasi Satu Dekade Perda tentang Pengelolaan Sampah
Direktur Pengabdian Direktorat Pengadian kepada Masyarakat UGM, Dr dr Rustamaji M.Kes mengatakan, melalui kerjasama dengan Daihatsu ini, ingin kesadaran masyarakat mengenai thalassemia semakin terbangun. KKN Periode 4 ini sebanyak 1.403 mahasiswa UGM akan diterjunkan di 43 desa.
"Tujuan awalnya sosialisasi tapi jika ada yang menghendaki skrining akan diarahkan ke Departemen Patologi Klinik FKMK,” kata Rustamaji.
Meski mahasiswa peserta KKN tak semua berlatar kesehatan, tapi dengan pengetahuan dasar diharapkan bisa membangun kesadaran masyarakat. Apalagi thalassemia merupakan penyakit genetik.
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan Sebabkan Menurunnya Sektor Usaha Pertanian di DIY
Penyakit ini salah satunya diakibatkan perkawinan antarsesama pembawa gen thalasemia. Sehingga skrining menjadi salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan. "Bukan menghalangi untuk menikah tapi kalau ada sesuatu bisa lebih siap," katanya.
Kepala cabang Astra Daihatsu Jogja Mohammad Fasyikhin kick off kolaborasi KKN tematik Peduli Thalassemia ini salah satu dari empat pilar CSR Astra Daihatsu. Yaitu Sehat Bersama Daihatsu. Khsusus Thalassemia, Astra Daihatsu sudah sejak 2011 menggandeng beberapa institusi untuk melakukan edukasi sekaligus preventif dan kuratif memutus mata rantai persebaran thalassemia.
"Dengan UGM ini kami berbagi pengetahuan pada mahasiswa yang akan menjalankan KKN untuk turut mensosialisasikan terkait Thalassemia," ungkapnya.
Strateginya dengan edukasi masyarakat umum, agar masyarakat memiliki pemahaman secara umum terkait thalassemia.
Baca Juga: 10 Tahun Nyamuk Wolbachia, Kasus DBD Menurun
Kemudian, Langkah ini diikuti dengan kegiatan screening thalassemia, agar masyarakat dapat mengidentifikasi potensi carrier atau pembawa sifat dalam dirinya.
“Kami juga sedang dalam perencanaan untuk memberikan dukungan bagi penderita, dengan menyiapkan rumah singgah dan bagi para penderita,” jelasnya.