Tanaman ini biasanya digunakan untuk makanan, kesehatan, dan dekorasi.
Ginseng jawa tumbuh baik pada tanah keras dan cocok ditanam di negara beriklim panas.
Secara botani, tanaman asal Afrika ini memiliki tinggi 50 sentimeter dan memiliki daun melingkar berwarna hijau muda.
Ginseng jawa dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan obat.
Salah satu khasiat utamanya adalah penggunaan ginseng jawa sebagai penambah stamina.
Gingseng Jawa dan gingseng Korea nyaris serupa bila dilihat secara wujud.
Akan tetapi, ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Ginseng Jawa memiliki bentuk batang yang bulat sukulen dan berdiri tegak, sementara gingsen Korea berbentuk panjang lurus.
Warna gingseng Jawa coklat sedangkan gingseng Korea berwarna merah, putih.
Ginseng Jawa ini mempunyai banyak manfaat, mulai dari menjaga mengatasi masalah paru-paru hingga masalah psikologis.
Berikut beberapa komponen nutrisi yang dapat ditemukan dalam ginseng:
Ginsenosides
Merupakan senyawa yang dianggap sebagai komponen aktif utama dalam ginseng.
Ginsenosides memiliki sifat adaptogen yang dapat membantu tubuh menanggulangi stres dan meningkatkan daya tahan.
Asam Amino
Tanaman ini juga mengandung asam amino, yang merupakan blok bangunan protein dan dapat mendukung fungsi tubuh yang optimal.
Peptida dan Flavonoid
Senyawa ini dapat berkontribusi pada aktivitas biologis dan kesehatan umum tubuh.
Ginseng juga mengandung flavonoid, antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh
Polisakarida
Gingseng juga mengandung polisakarida, yang dapat memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh.
Meskipun dalam jumlah kecil, ginseng juga mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin B, vitamin C, zat besi, dan mangan.
Manfaat ginseng Jawa juga banyak ditemui dalam pengobatan sejumlah penyakit. Berikut beberapa di anatarnya:
Mengatasi Infeksi Paru-Paru
Ginseng jawa diduga mampu mengatasi berbagai kondisi termasuk diare, enuresis (mengompol), menstruasi tidak teratur, meningkatkan energi, dan membersihkan paru-paru.
Bahkan, efektivitas tanaman ini yang paling terkenal adalah membantu mengobati penyakit paru-paru.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Manfaat ginseng jawa lainnya yaitu dijadikan sebagai ramuan obat untuk pengobatan infeksi kulit, gangguan reproduksi, serta meningkatkan daya tahan terhadap stres dan kelelahan.
Melancarkan ASI
Tanaman dengan rasa manis ini juga baik untuk pencernaan, memperlancar ASI, mengobati sakit kepala, radang paru-paru, haid tidak teratur, dan keputihan.
Tak ketinggalan, tanaman ini juga digunakan untuk menginduksi laktasi dan mengembalikan fungsi rahim pascapersalinan.
Meningkatkan Nafsu Makan
jus yang didapat dari daun ginseng Jawa digunakan untuk mengobati bisul dan menambah nafsu makan.
Pemanfaatan daun ginseng Jawa secara topikal dimanfaatkan untuk mengobati edema dan luka goresan pada kulit.
Pada akar dari tanaman ini dapat diberikan untuk meningkatkan energi setelah sakit, mengobati batuk, mengatur menstruasi, dan aliran urine.
Selain itu, rebusan akarnya digunakan untuk mengobati penyakit kudis, radang sendi, lambung, dan paru-paru.
Meningkatkan Vitalitas
Popularitas dan manfaat ginseng Jawa sebagai tanaman herbal diyakini dapat membantu meningkatkan vitalitas, mengobati diabetes, masalah kulit inflamasi, herpes, gangguan pencernaan, perut kembung, sembelit dan mual.
Potensi berbagai manfaat ginseng jawa ini mungkin disebabkan karena tingginya tingkat antioksidan dan senyawa yang terkandung di dalamnya.
Ini termasuk ginsenosides, asam fenol, flavonoid, saponin dan tanin.
Mencegah Radikal Bebas
Ginseng jawa juga kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin C, zat besi, mangan, dan seng yang dapat bertindak sebagai antioksidan eksogen, dan memainkan peran penting dalam mengurangi stres oksidatif serta kerusakan sel.
Menjadi Bahan Pangan yang Menyehatkan
Tidak hanya baik bagi kesehatan, manfaat ginseng Jawa juga bisa menjadi bahan pangan.
Hampir semua bagian dari ginseng jawa dapat digunakan sebagai sayuran, tetapi bagian yang paling disukai adalah akar dan daunnya.
Daunnya bisa dimanfaatkan sebagai tambahan untuk roti lapis.
Bagian bijinya kecil tapi bergizi dan merupakan sumber minyak Omega-3 yang baik. Talinum paniculatum dikemas dengan Vitamin A, C dan tinggi kalsium.
Daunnya dimasak dengan cara yang mirip dengan bayam, bisa menjadi bahan tambahan untuk sayur sup atau semur.
Editor : Meitika Candra Lantiva