Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kamu Pecinta Kol Goreng? Yuk Simak Bahaya Kesehatan di Balik Kenikmatannya

Juliana Belence • Senin, 27 November 2023 | 19:00 WIB

 

sumber gambar doktersehat
sumber gambar doktersehat

RADAR JOGJA – Kol goreng menjadi salah satu makanan yang selalu ada di warung makan lesehan.

Tidak lupa disajikan dengan sambal dengan rasa pedas dan ayam goreng yang semakin menambah kenikmatan saat makan.

Kol goreng terbuat dari kol yang digoreng sampai garing. Melalui proses penggorengan ini akan menghasilkan tekstur renyah dan mudah dikunyah.

Namun, dibalik rasanya yang renyah ada bahaya kesehatan yang tersimpan.

• Kol goreng tidak bernutrisi

Kol adalah sayuran yang mengandung serat, kalium, protein, asam folat, mangan, kalsium, dan magnesium.

Terdapat vitamin B6, Vitamin C, dan Vitamin K dalam kol. Nutrisi tersebut akan diperoleh jika kol diolah dengan cara yang tepat dan sehat.

Ternyata, kol yang digoreng sampai kering justru menghilangkan semua nutrisinya.

Proses memasak dengan minyak panas ini memangkas habis nutrisi yang ada di dalam kol.

Kol goreng tidak mengandung nutrisi apa pun sehingga kamu tidak akan mendapatkan manfaat apa pun dari mengonsumsi kol goreng.

• Melonjaknya berat badan

Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak. Hal ini membuat kol goreng memiliki kalori yang tinggi.

Belum lagi jika dimakan dengan lauk yang digoreng lainnya, seperti ayam, lele, tahu, tempe, dan jeroan.

Tentu saja akan menyebabkan berat badan menjadi naik secara drastis.

• Memicu serangan jantung dan stroke

Mengonsumsi kol goreng secara berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung.

Gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Kolesterol jahat memicu pembentukan plak di pembuluh darah.

Jika dibiarkan, risiko terjadinya serangan jantung atau stroke akan meningkat.

• Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2

Menurut penelitian, seseorang yang mengonsumsi 4 – 6 porsi gorengan per minggu memiliki risiko 39% lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang jarang mengonsumsi gorengan.

• Risiko munculnya kanker

Kol goreng menyebabkan timbulnya zat akrilamida. Zat ini adalah zat beracun yang membahayakan kesehatan.

Zat ini meningkatkan risiko munculnya kanker, seperti kanker ginjal, kanker endometrium, dan kanker ovarium.

Dari penjelasan yang ada, kol goreng benar – benar memiliki bahaya kesehatan yang menyeramkan jika mengonsumsi secara berlebihan.

Kalian boleh mengonsumsi kol goreng sesekali, tetapi ingat kol yang sehat lebih baik dimakan secara langsung setelah dicuci sebagai lalapan, dikukus, ditumis, dan direbus dahulu.

Yuk lebih peduli dengan makanan yang masuk ke tubuh kamu. Ingat boleh mengonsumsi kol goreng asal tau batasannya. (Juliana Belence)

Editor : Bahana.
#makanan #Kesehatan #kol goreng #kanker