Walaupun bedak mungkin membantu mengeringkan keringat, dr Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, seorang pakar dermatologi dan venereologi dari Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa ia tidak merekomendasikan penggunaan bedak untuk tujuan ini.
"Jangan dikasih bedak kalau bisa. Dikasih bedak sebenarnya bisa lebih kering, tetapi yang ada jadi bubur setelahnya, media buat jamur tumbuh," ujar Amelia seperti dikutip JawaPos.com dari Antara.
Amelia percaya bahwa mengatasi keringat berlebih dapat dibantu dengan menerapkan gaya hidup sehat, yang mencakup makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur.
“Tapi kalau dia berkeringat berlebihan, kita harus evaluasi apakah dia punya penyakit lain yang harus diobati, salah satunya tiroid. Penyakit tiroid ditandai dengan metabolisme yang lebih tinggi, jadi dia juga banyak berkeringat,” katanya.
Menurut Kementerian Kesehatan, penyakit tiroid tidak hanya menyebabkan keringat berlebihan; gejala lain termasuk kenaikan atau perubahan berat badan; kulit yang kering dan tidak nyaman; rambut yang kering, rapuh, dan rontok; kuku yang rapuh dan mengelupas; dan mata yang kering, kering, dan mengandung pasir. (Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)
Editor : Bahana.