RADAR JOGJA - Saat menyantap hidangan makan besar, akan terasa nikmat jika dilengkapi dengan sambal pedas dan lalapan.
Apalagi lauknya daging disertai lauk gegorengan lainnya seperti kol goreng.
Banyak sekali orang yang suka menyantap nasi dengan lauk kol goreng tersebut.
Sayuran kol mentah mungkin tidak banyak disukai.
Karena, rasanya kurang sedap, baunya aneh, dan teksturnya keras.
Dengan digoreng, kol berubah menjadi lebih gurih dan lezat.
Teksturnya pun lebih lembut sehingga tak susah dikunyah.
Konsumsi kol goreng ternyata bisa memicu kanker.
Namun, tak semua orang sadar efek samping ini.
Dan sering menjadikan kol goreng sebagai lauk yang dikonsumsi sehari-hari.
Biasanya kol goreng dikonsumsi bersama dengan sambal, hingga ayam goreng.
Rasanya yang enak, dan gurih membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang.
Kol sendiri kaya akan antioksidan yang bisa mencegah kanker.
Selain itu, sayuran ini juga kaya akan vitamin B6, folat, serat, mineral, dan juga zat besi yang baik untuk kesehatan.
Namun, penting untuk mengolahnya dengan tepat.
Sebab kol goreng bisa menyebabkan kanker dan obesitas.
Ini karena kol yang melalui proses digoreng menyerap lebih banyak minyak.
Di balik kelezatan kol goreng tersebut. menyimpan bahaya bagi kesehatan.
1. Saat digoreng, kol menyerap banyak minyak.
2. Kol sangat kaya akan nutrisi. Sayangnya, proses menggoreng suhu tinggi bisa merusak nutrisi.
3. Kol goreng tidak bersahabat dengan jantung. Saat dipanaskan, struktur kimia minyak akan berubah.
4. Proses pengolahan kol goreng memicu pembentukan acrylamide yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Menggoreng kol memang meningkatkan cita rasa.
Tapi nilai nutrisi justru berkurang.
Mengonsumsi kol goreng bisa meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga kanker. (*)
Editor : Iwa Ikhwanudin