RADAR JOGJA - BDSM sering kali dianggap sebagai penyimpangan seksual atau gangguan kejiwaan.
Padahal, BDSM yang dilakukan dengan aman dapat menjadi salah satu cara mewujudkan fantasi seksual yang membuat hubungan semakin membara.
Walau terkesan negatif, ternyata tak jarang orang melakukan kegiatan seksual BDSM dengan pasangan agar mendapat kepuasan.
Sebenarnya tindakan dari perilaku BDSM sah – sah saja dilakukan asalkan keduanya sama – sama mau dan melakukan hal yang masih dalam batas wajar.
Namun tindakan BDSM yang berlebihan demi memenuhi fetish atau imajinasi dari pelaku seksual memiliki beberapa dampak terhadap kesehatan.
Tindakan seksual ini tidak melulu tentang borgol atau cambuk tetapi, bisa lebih sadis hingga menyebabkan salah satu pelaku bisa trauma dan memiliki gangguan kesehatan.
Berikut beberapa dampak BDSM bagi kesehatan.
- Gagal Ginjal
Perilaku sadis dengan cambukan – cambukan yang mengenai tubuh korban biasanya akan mengakibatkan kesulitan membuang air kecil.
Hasil dari cambukan biasanya akan memicu trauma pada ginjal dan bisa mengalami pendarahan pada kemaluan.
- Gangguan Pernafasan
Saat sedang berhubungan seksual dengan pasangan menggunakan metode BDSM, seringkali sambil mencekik leher korban oleh dominan.
Entah menggunakan tali atau menggunakan tangan. Hal tersebut dapat menimbulkan gangguan pernafasan yang dialami oleh korban.
- HIV/AIDS
Korban bisa terkena penyakit HIV/AIDS karena hubungan seksual dengan benda – benda yang dipaklai secara bergilir dan kurang bersih.
Selain itu pelaku seks juga sering bergonta ganti pasangan. Tidak menutup kemungkinan korban mengalami infeksi menular seksual lainnya terutama jika kekerasan yang dialami berupa penetrasi organ intim.
- Gangguan Alat Vital
Melakukan hubungan seksual dengan kekerasan dan paksaan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada organ reproduksi, seperti Infeksi vagina Iritasi genital Perdarahan vagian Nyeri saat berhubungan seksual Fibroid Infeksi saluran kemih Nyeri panggul kronis.
- Luka Pada Tubuh
Seringkali perilaku BDSM melakukan tindakan kekerasan sampai melukai korban dan membuat pelaku merasakan kepuasan dengan melihat korban kesakitan.
Beberapa luka bisa disebabkan karena sayatan, cambukan, jeratan, hingga luka bakar karena lilin bdsm serta es batu sebagai media seks.
Beberapa Dampak diatas adalah gambaran yang biasa dialami oleh pasangan pelaku tindakan BDSM.
Sebaiknya hindari perilaku menyimpang BDSM agar tidak terjadi hal – hal kurang menyenangkan. Masalah kesehatan yang biasa hingga masalah kesehatan yang berat bisa menimpa pasangan yang melakukan BDSM. (Tifara Annisa/Radar Jogja)
Editor : Bahana.