JOGJA - Kasus rabies meningkat di sepanjang 2023. Beberapa daerah di luar DIJ telah menjadi endemi rabies. Untuk menjaga predikat bebas rabies, Pemkot Jogja menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis.
Sebanyak 45 kelurahan di Kota Jogja mendapatkan total 4.000 kuota vaksin rabies. Pendistribusiannya dibagi menjadi dua termin, September dan November, salah satunya di Kelurahan Rejowinangun.
Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Tri wahyuningsih mengatakan, vaksin rabies ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja. Acara biasanya dilaksanakan di bulan September, bertepatan dengan Hari Rabies Sedunia.
"Di bulan September kemarin kita bekerjasama dengan praktik dokter hewan di Kota Jogja dan Komunitas Animal Friend. Tapi karena ini merupakan agenda lanjutan, jadi kita tinggal menyelesaikannya saja," tuturnya kemarin (20/11).
Selain foto copy KTP, peserta juga wajib menyiapkan hewan peliharaannya. Hewan peliharaan dipastikan sehat terlebih dahulu. Tri Wahyuningsih mengaku terkadang mendapat laporan dari peserta yang bilang bahwa setelah di vaksin peliharaanya malah sakit. Penjelasannya adalah bisa jadi kucing itu sudah ada indikasi sakit duluan.
Setelah divaksin, hewan harus diisolasi terlebih dahulu. Hewan yang telah divaksin juga tidak boleh mandi atau keluar dari rumah karena masih rawan terkena penyakit dari luar.
"Namanya vaksin kan akan mengalami proses penurunan imun dan menciptakan imun dari vaksin rabies sendiri. Takutnya kalau imunnya menurun jadi gampang terserang penyakit dari luar," tegasnya.
Saat proses vaksinasi, salah seorang peserta mengalami kejadian berdarah yaitu digigit kucing peliharaannya sendiri. Kejadian itu mengakibatkan dua luka di tangan yang langsung ditangani petugas.
"Peristiwa yang dialami salah satu peserta itu bisa diperiksakan ke rumah sakit. Korban yang terluka akibat cakaran atau gigitan hewan, akan diberikan vaksin atau anti virus dari rumah sakit. Jika tidak divaksin, mereka akan diberikan obat dan dipantau selama 14 hari setelah periksa," terangnya.
Salah seorang peserta vaksinasi, Eliana merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Vaksin itu dirasa membantu majikan dalam merawat dan menjaga kesehatan hewan peliharaan.
"Ini program yang sangat bagus karena untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan. Daripada kita harus mencari vaksin rabies di luar, harus mengeluarkan biaya ditambah menyempatkan waktu juga," ujarnya.
Eliana memberikan saran kepada panitia penyelenggara perihal informasi atau publikasi agenda itu yang dinilai masih kurang. Ia merasa banyak masyarakat yang belum tahu kegiatan ini. "Sayang juga ketika ada kuota vaksin yang sisa dan tidak dimanfaatkan secara maksimal," tambahnya.
Para peserta berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan rutin. Jika memungkinkan ditambah lagi bisa berupa obat diare, cacing atau sosialisasi lainnya. "Kebetulan saya juga selalu ikut agenda ini. Kemungkinan sudah tiga kali ikut program vaksinasi hewan peliharaan gratis," jelas Eliana. (cr5/laz)
Editor : Satria Pradika