RADAR JOGJA – Jika tubuh kekurangan air, maka akan mengalami dehidrasi. Tetapi, jika tubuh kelebihan air, maka akan mengalami overhidrasi. Namun taukah kamu, ke duanya itu sama-sama berbahaya bagi tubuh.
Umumnya, di dalam tubuh manusia memiliki 50-70 persen cadangan air.
Saat dehidrasi, tubuh secara otomatis mengambil cadangan air dalam tubuh tersebut yang bisa mengakibatkan organ-organ tubuh terganggu karena mereka berebut untuk mendapatkan cadangan air juga.
Tetapi, jika cadangan air dalam tubuh itu berlebihan, juga tidak baik untuk tubuh manusia.
Ketika terlalu banyak minum air, maka kadar natrium dalam aliran darah menjadi rendah, yaitu di bawah 135 milimol/liter.
Natrium dibutuhkan tubuh di dalam aliran darah untuk membantu sel-sel menahan air. Saat air lebih tinggi dari kadar natrium, natrium menjadi encer dan sel-sel akan tergenang oleh air tersebut.
Gejala atau Tanda
Overhidrasi bisa menyebabkan hiponatremia.
Gejala hiponatremia adalah mual disertai muntah, sakit kepala, kelelahan, merasa mengantuk, merasa kembung, kelemahan pada otot, kejang, sulit berpikir, dan merasa kebingungan.
Perubahan warna urine juga menjadi salah satu tanda mengalami overhidrasi.
Saat urine yang dikeluarkan tidak berwarna, itu menandakan bahwa tubuh mengalami overhidrasi.
Sedangkan saat urine berwarna lebih gelap, itu merupakan tanda bahwa tubuh mengalami dehidrasi.
Ketika hiponatremia meningkat menjadi kronis, kadar natrium dalam tubuh akan menurun secara bertahap selama 48 jam.
Sedangkan jika sudah meningkat menjadi hiponatremia akut, kadar natrium akan menurun secara cepat yang bisa menyebabkan pembengkakan pada otak hingga bisa mengakibatkan koma.
Pencegahan dan Penanganan
Overhidrasi lebih sering dialami oleh atlet atau orang yang sedang berolahraga.
Saat beraktivitas fisik, mereka tentu membutuhkan air untuk mengganti cadangan air yang keluar melalui keringat.
Umumnya, manusia harus mengonsumsi air 8 gelas atau 2 liter/hari.
Sebelum memulai beraktivitas fisik (olahraga), disarankan untuk minum air 15-30 menit sebelum melakukan aktivitas tersebut.
Para atlet ataupun orang yang suka olahraga, disarankan untuk minum air 16-20 ons untuk setiap pon yang hilang. Cobalah untuk minum 2-4 gelas air/jam.
Tetapi, jika aktivitas olahraga yang dilakukan itu lebih dari 1 jam, minuman olahraga bisa menjadi pilihan.
Minuman olahraga ialah minuman yang mengandung gula dan elektrolit seperti natrium dan kalium yang berfungsi untuk menyeimbangkan kadar air dan garam dalam tubuh.
Akan tetapi, minuman tersebut tidak dianjurkan untuk yang memiliki penyakit diabetes ataupun ginjal.
Saat merasa sudah mengalami overhidrasi, segeralah untuk menghentikan sementara mengonsumsi air sampai cairan dalam tubuh sudah tidak berlebihan.
Dapat juga mengonsumsi obat diuretik untuk membantu mengeluarkan cairan melalui urine dan meningkatkan kembali kadar natrium dalam darah.
Jika tidak bisa mengonsumsi obat-obatan, dapat digantikan dengan cairan infus. Natrium tambahan dapat diberikan melalui cairan infus. (Anistigfar/Radar Jogja)
Baca Juga: Kepala Dindikbud Jadi Ketua Pramuka Kwarcab Purworejo
Editor : Meitika Candra Lantiva