Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

17 November Juga Diperingati Sebagai Hari Vasektomi Sedunia. Lalu Apa Itu Vasektomi? Berikut Penjelasannya !

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 17 November 2023 | 23:15 WIB
Ilustrasi pembedahan medis.  (Pinterest/Rommel)
Ilustrasi pembedahan medis. (Pinterest/Rommel)


RADAR JOGJA – Selain memperingati Hari Prematur Sedunia, 17 November juga diperingati sebagai Hari Vasektomi Sedunia. Hari Vasektomi Sedunia disebut juga World Vasectomi Day.

Mungkin sebagian orang masih awam dengan istilah Vasektomi. Apa itu Vasektomi?

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi. Tetapi, metode kontrasepsi ini lebih diterapkan pada pria.

Vasektomi merupakan prosedur yang efektif untuk mencegah kehamilan.

Vasektomi dapat dilakukan oleh pria yang sudah berumur 30 tahun lebih.


Vasektomi tidak bisa dilakukan pada pria yang memiliki kondisi medis tertentu seperti;


Vasektomi dilakukan dengan memutus penyaluran sperma dari testis ke air mani, sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma. Akan tetapi tidak perlu khawatir.

Pria yang melakukan vasektomi tetap bisa mengalami orgasme dan ejakulasi.


Vasektomi bersifat permanen. Meskipun mungkin untuk mengembalikan vasektomi agar reproduksi kembali berjalan normal, akan tetapi tidak ada jaminan dapat berhasil 100 persen.

Untuk operasinya pun tergolong lebih rumit dari operasi vasektomi.


Ada dua prosedur vasektomi yang dapat dilakukan oleh pria. Yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau bedah.


Kedua prosedur vasektomi ini sama-sama menggunakan anestesi lokal, sama-sama akan mengalami sedikit rasa sakit saat menjalaninya yang disertai pembengkakan di skrotum.

Akan tetapi, kondisi ini jarang terjadi dan jika terjadi biasanya tidak serius.


Bedanya, vasektomi tanpa bisau bedah tidak perlu memotong kulit tetapi tetap terjadi sedikit pendarahan dan tidak ada jahitan dalam vasektomi tanpa pisau bedah ini.


Vasektomi tanpa pisau bedah juga dianggap tidak lebih menyakitkan dari pada vasektomi konvensional dan lebih kecil memiliki risiko komplikasi.


Komplikasi dapat terjadi setelah melakukan vasektomi. Namun komplikasi ini jarang terjadi. Komplikasi yang terjadi seperti memar, peradangan, infeksi, sakit atau merasa tertekan pada area testis, dan pembengkakan.


Oleh karena itu, agar tidak terjadi komplikasi, perhatikan beberapa hal berikut ini.


Segera periksa ke dokter jika memiliki tanda-tanda infeksi seperti darah mengalir dari bekas operasi, suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, bekas operasi memerah, terasa nyeri, atau mengalami pembengkakan.


Menutup bagian skrotum yang telah dioperasi dengan perban dan pakaian dalam yang ketat setidaknya 48 jam setelah operasi vasektomi.


Mengompres dengan es ke bagian skrotum selama dua hari pertama.


Beristirahat selama 24 jam setelah operasi. Baru dapat beraktivitas ringan kembali setelah 2 atau 3 hari.


Menghindari olahraga dan aktivitas berat selama setidaknya 1 minggu untuk menghindari terjadinya pendarahan di skrotum.


Menghindari aktivitas seksual selama seminggu atau lebih.


Jika melakukan hubungan seksual, gunakan bentuk kontrasepsi lain sampai dokter memastikan sperma tidak ada lagi di dalam air mani. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Empat Perwira Menengah TNI AU Menjadi Korban Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur Taktis EMB-314 Super Tucano di Lereng Gunung Bromo Pasuruan

Editor : Meitika Candra Lantiva
#17 november #Hari Vasektomi Sedunia #penjelasan Vasektomi #vasektomi adalah #vasektomi