RADAR JOGJA - Setiap individu tumbuh dan berkembang dengan karakteristik kepribadiannya masing-masing. Sehingga mencirikan dirinya adalah sosok pribadi yang unik dan khas.
Begitu pula saat menghadapi berbagai masalah dan pola penyelesaian yang dipilihnya. Ada individu yang memiliki tools cukup baik dalam dirinya sehingga mampu mengelola kesulitan yang dihadapinya.
Namun ada juga individu yang justru sangat kewalahan, atau bahkan ia tidak tahu bahwa dirinya sedang terjebak dalam permasalahan psikologis yang berat.
Seringkali stigma negatif masih menyerang 'tema bantuan profesional dalam bidang kesehatan mental'. Bahkan orang yang datang ke psikolog dicap sebagai orang 'gila', orang lemah dan menjadi guyonan di antara lingkaran pertemanan.
Ada anggapan mencari bantuan profesional itu membutuhkan usaha yang besar.
Tidak hanya tentang meyakinkan dirinya bahwa ia harus mendapatkan bantuan ini, tetapi juga melawan kritikan netizen yang selalu berkoar tentang diri yang lemah.
Faktanya, mendapatkan layanan dari profesional di bidang kesehatan mental adalah hal yang wajar. Sama halnya dengan kita membutuhkan seorang dokter untuk membantu mengobati penyakit fisik yang kita rasakan.
Lalu seberapa penting mencari bantuan profesional seperti ke psikolog?
Pada saat individu mengalami permasalahan psikologis, ataupun saat seseorang dikelilingi oleh situasi yang rumit, kompleks, dan tidak menyenangkan.
Dalam kondisi itu seseorang akan sulit melihat permasalahan secara menyeluruh, akar masalahnya menjadi kabur, tindakannya menjadi tidak tepat, cara berpikirnya sering kali menjadi tidak akurat, ataupun emosinya tidak stabil.
Hal ini akan memengaruhi aktivitas sehari-hari dan keberfungsian dirinya di keluarga, sekolah, tempat kerja, atau lingkungan sosial lainnya.
Sementara seorang psikolog berperan sebagai seorang profesional yang akan membantu kita dalam memetakan permasalahan tersebut.
Membantu kita melihat permasalahan secara objektif dan holistrik dan mencari solusi permasalahan yang tepat sesuai dengan kondisi psikologis yang dihadapi.
Lalu kapan kita harus ke psikolog?
Datang ke psikolog tidak harus menunggu sampai benar-benar sulit pada saat kondisi mental sudah berat dan sudah mengganggu aktivitas.
- Sulit berkonsentrasi sehingga memengaruhi proses belajar dan tugas.
- Tidak fokus dalam melakukan suatu hal, seringkali terbayangkan tentang apa yang dilakukan dan sering merasa tidak nyambung saat ngobrol.
- Sulit untuk tidur dan memiliki perasaan cemas.
- Seringkali sensitif terhadap berbagai hal dan munculnya overthinking.
- Sedih tanpa alasan yang jeas dan memengaruhi kinerja dan mood.
- Takut untuk bertemu orang lain, sehingga menarik diri dan menghindari situasi.
- Merasa diri selalu tidak cukup dan selalu membandingkan diri dengan orang lain.
Jadi masih takut untuk ke psikolog?
Dalam hidup, kadang ada hal yang tidak bisa dikelola sendiri, bukan berarti karena tak kuat. Tetapi begitulah hidup bergandengan dan memang kita butuh bantuan orang lain.
Dunia bergerak dengan keselarasannya, saling membantu antar sesama berarti memahami porsi kita masing-masing.
Jika kamu sudah berjuang untuk mengelola dengan porsimu tetapi tetap saja menghadapi kendala yang sama, maka biarkan orang lain juga ikut mengambil porsinya dalam membantu dirimu.
Terkadang dengan hanya sekadar tahu saja tidak cukup. Tapi kita butuh berjuang untuk bisa meyakinkan diri dalam meminta bantuan profesional.
Jadi, jika kamu memerlukan bantuan psikolog, mari upayakan dan segera check ke psikolog!! (Tifara Annisa/Radar Jogja)
Baca Juga: 5 Cara Alami dan Mudah untuk Mengobati Batuk Berdahak
Editor : Meitika Candra Lantiva