RADAR JOGJA – Indonesia, khususnya daerah Jakarta, Jawa barat, hingga Banten, sedang dilanda wabah cacar monyet.
Penyakit cacar monyet berbeda dengan penyakit cacar air biasa.
Dari segi penamaan, mereka memang hampir sama. Tetapi, gejala yang ditimbulkan berbeda.
Agar tidak salah mendiagnosis, kita perlu mengetahui perbedaan dari cacar monyet dengan cacar air biasa tersebut.
Juga agar sebelum wabah cacar monyet tersebut semakin banyak menyebar dan melanda wilayah-wilayah lainnya, kita perlu mengetahui bagaimana pencegahan yang perlu kita lakukan.
Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air
Perbedaan ini terletak pada jenis virus, gejala, perkembangan penyakitnya, dan cara penularan.
Cacar Monyet:
Disebabkan oleh virus monkeypox.
Gejala yang ditimbulkan adalah demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening.
Ruam hanya menyebar di beberapa bagian tubuh dan biasanya bergerombol.
Ruam ini tidak mudah pecah, akan berubah menjadi kekuningan, terkadang terdapat cekungan di tengahnya, dan akan meninggalkan bekas saat terlepas.
Pembengkakan dapat terjadi di ketiak, dagu, belakang telinga, ataupun belakang kepala.
Dapat sembuh sekitar 2 hingga 4 minggu.
Virus monkeypox menular melalui kontak langsung. Melalui darah, cairan tubuh, maupun lesi kulit (bagian kulit yang mengalami kerusakan) yang terinfeksi.
Cacar Air:
Disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit kepala, tidak nafsu makan, dan kelelahan.
Setelah itu akan muncul ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan.
Ruam tersebut akan muncul 10 hingga 21 hari setelah terkena virus.
Ruam ini menyebar ke seluruh tubuh. Ketika akan mulai sembuh, ruam tersebut akan pecah dan menjadi berkerak.
Cacar air dapat sembuh sekitar 5 hingga 10 hari.
Penyakit ini rentan tertular kepada orang yang belum pernah mengidap cacar air dan yang belum di vaksin cacar.
Terasa lebih gatal.
Bisa menular dari lesi kulit (bagian kulit yang mengalami kerusakan) yang terinfeksi.
Penularannya sama dengan penyakit flu. Dapat menular melalui percikan ludah.
Baca Juga: Santri Ganjar Borong Dagangannya, Rara: Ini Sangat Membantu Kami
Cara Pencegahan
Penyakit cacar monyet, selain dapat ditularkan dari manusia, dapat ditularkan juga memalui hewan.
Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kontak fisik dari hewan yang berisiko menyebabkan penyakit tersebut.
Hewan tersebut yaitu, monyet, tupai, dan tikus.
Rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
Jika mengkonsumsi daging, pastikan tingkat kematangan sudah optimal.
Istirahat yang cukup.
Gunakan sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya saat akan melakukan kontak langsung dengan pengidap cacar monyet ataupun cacar air.
Kemudian melakukan vaksinasi cacar. (Anistigfar/Radar Jogja)
Baca Juga: Tips Menyimpan Sayur Ala Orang Jepang, Bisa Awet Hingga Sebulan!!
Editor : Meitika Candra Lantiva