Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hati-hati Luuur, Banyak Kandungan Kimia Begini Bahaya Rumput Sintetis !

Meitika Candra Lantiva • Senin, 2 Oktober 2023 | 22:00 WIB
Rumput Sintetis. (Website/beyondplastics.org)
Rumput Sintetis. (Website/beyondplastics.org)

RADAR JOGJA- Rumput sintetis umumnya diburu untuk memperindah ruangan. Selain simpel, tak perlu perawatan rumit.

Rumput sintetis anti kering, anti layu, dan warna hijau alami seperti rumput sungguhan itu ternyata terdapat kandungan kimia berbahaya.

Rumput sintetis berbahan plastik nilon, polipropilen atau polietilien terbuat dari ban daur ulang (karet remahan) atau bahan lainnya yang belum diuji dalam lapisan penahanan dan lapisan drainase.


Berbagai penelitian di Negara Amerika Serikat tepatnya di Yale University menyatakan bahwa terdapat risiko kesehatan dari rumput sintetis.

Yakni, terdapat paparan racun yang dapat dihirup melalui udara oleh tubuh manusia. Kemudian kontak dengan kulit atau tertelan zat kimia berbahaya seperti bahan logam berat (timbal, cadmium), bahan kimia zat Alkil Per dan polifluorinasi (PFAS).


Selanjutnya, pada penelitian tersebut juga pengidentifikasian dari 360 bahan kimia dalam karet remahan tersebut terdapat 52 diklasifikasiakan sebagai karsinogen. Dan enam lainnya dicurigai atau dianggap karsinogenik oleh US EPA dan European Chemicals Agency (ECHA).


Sejumlah peneliti telah menunjukan identifikasi bahan kimia pada rumput sintetis seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), ftalat, dan zat alkil, dan polifluoroalkil (PFAS) yang dikenal sebagai karsinogen, neurotoksikan, mutagen, dan penganggu edrokoin.


Organisasi lingkungan yang berfokus pada penelitian dan advokasi masalah lingkungan Amerika serikat pada (20/04/23) menyatakan bahwa, Komite Keselamatan Lingkungan dan Bahan Beracun Majelis California menyetujui tindakan yang akan melarang pembuatan dan penjualan rumput sintetis yang mengandung “bahan kimia selamanya” beracun yang dikenal sebagai PFAS.

RUU Majelis 1423 diperkenalkan di California oleh Anggota Majelis Pilar Schiavo (D-Santa Clarita) dan disetujui panitia.


PFAS dikaitkan dapat menimbulkan kerusakan sistem kekebalan yang lebih tinggi, seperti berkurangnya kemanjuran vaksin, dampak buruk bagi perkembangan dan sistem reproduksi.

Selain itu juga peningkatan risiko kanker tertentu seperti kanker payudara, efek pada metabolisme seperti perubahan kolesterol dan penambahan berat badan.

Negara California juga telah melakukan tindakan dalam membuat RUU untuk mengatur PFAS dkarena tidak terurai di lingkungan dan menumpuk di darah dan organ manuisa.


PFAS merupakan bahan kimia yang terdiri dari 4.700 zat kimia seperti zat PFAS. Kelompok kimia buatan ini terakumulasi seiring waktu pada manusia dan lingkungan.

Adapun resiko bahan kimia tersebut menimbulkan masalah kesehatan kerusakan hati, penyakit teroid, obesitas, masalah kesuburan, dan kanker.


Penelitian serupa juga dilakukan oleh negara Belanda dengan latar belakang terdapat peningkatan penderita linfoma atau kanker kelenjar getah bening pada pemain futsal, khususnya penjaga gawang yang intensitas jatuh sangat tinggi dan mengenai rumput sintetis.


Dari berbagai fakta penelitian mengenai rumput sintetis sebaiknya manusia akan lebih bijak dan lebih berhati-hati dalam penggunaan rumput sintetis, karena melihat segenap masyarakat Indonesia masih awam terkait fakta terkait rumput sintetis ini. (Putri Hanna)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Rumput Sintetis #bahaya bagi kesehatan #kandungan kimia berbahaya #bahaya