Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Pasien Kedua Transplantasi Jantung Babi, Operasi Penderita Penyakit Jantung Tahap Akhir Ini Berhasil

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 26 September 2023 | 01:00 WIB
Ilustrasi dokter bedah telah melakukan tindakan transplatasi jantung pada pasien. (SehatQ)
Ilustrasi dokter bedah telah melakukan tindakan transplatasi jantung pada pasien. (SehatQ)

 

RADAR JOGJA – Perkembangan teknologi di bidang kesehatan telah menciptakan inovasi mumpuni. 

Pada 7 Januari 2022 lalu  sebuah langkah revolusioner dalam dunia transplantasi, yaitu, tindakan transplantasi jantung dari seekor babi.


Dilaporkan pasien pertama yang menerima terobosan baru ini merupakan pria berusia 57 tahun yang mnederita penyakit jantung terminal.

Pria tersebut dinilai tidak memenuhi syarat menerima transplantasi jantung manusia, sehingga ahli bedah dari Pusat Medis Universitas Maryland di Baltimore, Amerika Serikat melakukan operasi transplantasi jantung beda spesies tersebut.

Operasi itu pun berhasil.

Namun pria tersebut akhirnya meninggal 23 bulan kemudian.

Kemudian pada 22 September 2023 kemarin, pasien bernama Lawrence Faucette (58) juga melakukan operasi yang sama.  Hasilnya positif. Dia berhasil menerima transplatasi jantung babi.

Dikabarkan saat ini Faucette sudah bisa bernafas normal tanpa alat bantu apapun. Ia juga menjadi orang kedua dalam operasi terobosan ini.

Operasi yang dilakukan oleh tim yang sama ketika operasi pertama yaitu tim dokter dari University of Maryland Medicine itu membuahkan hasil. 

Pasien kedua ini juga memiliki kondisi yang sama seperti yang dialami oleh pasien pertama, yaitu tidak memenuhi syarat untuk menerima transplantasi jantung manusia dan sudah pada penyakit jantung stadium akhir.

Maka dengan begitu ia menerima terobosan baru.


Diketahui jantung babi yang digunakan merupakan hasil dari babi rekayasa genetikanya oleh perusahaan Revivicor.

Sebanyak 10 gen yang ada pada babi tersebut sudah melalui proses pengeditan dengan 3 gen yang dimatikan untuk menghilangkan kadar gula tertentu.

Dan enam gen pada manusia juga ditambahkan ke dalamnya untuk meningkatkan penerimaan pada sistem kekebalan tubuh pasien.


Saat ini, menurut pemerintah federal tercatat ada sekitar 113 ribu orang menunggu daftar antrian dalam transplantasi organ.

Sedangkan untuk daftar penerima transplantasi jantung ada sekitar 3.354 yang masih dalam antrian.

Dengan adanya terobosan baru ini yaitu transplantasi jantung babi atau xenotransplatasi ini diharapkan bisa membuka pintu penggunaan organ hewan lainnya pada transplantasi manusia.

Agar memperluas pasokan organ persediaan dan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. (Trimina Klara)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Transplantasi babi #Kesehatan #operasi jantung #penyakit jantung