Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menggertakkan Gigi Saat Tidur, Ini Penyebabnya

Meitika Candra Lantiva • Senin, 25 September 2023 | 01:13 WIB

 

Tangkapan layar penjelasan Dokter Gigi Putri Rahmina terkait kondisi tidur dengan menggertakkan gigi. (Tiktok/@drgputrirahmina)
Tangkapan layar penjelasan Dokter Gigi Putri Rahmina terkait kondisi tidur dengan menggertakkan gigi. (Tiktok/@drgputrirahmina)

RADAR JOGJA - Sama halnya dengan makan, tidur merupakan suatu kebutuhan.  Setiap orang bahkan hewan membutuhkan istirahat yang cukup.

Mengistirahatkan tubuh dalam kurun waktu kurang lebih sepertiga jam, dalam sehari dapat menggembalikan energi yang terserap saat menjalakan aktivitas. 

Taukah kamu, sebagian orang dalam tidurnya, menunjukkan ekspresi berbeda.

Salah satunya tidur dengan menggertakkan gigi.

Mungkin kamu pernah menjumpai seseorang tidur dengan menggertakkan gigi. Atau kamu mengalaminya? 

Kalian perlu menanyakan orang lain disekitarmu ketika tidur. Sebab, hal ini acap kali tidak disadari oleh pelakunya.

Menggapa bisa terjadi demikian? Simak penjelasannya:

Menggertakkan gigi atau mengkerut-kerutkan gigi dalam istilah medis ternyata disebut bruxism.

Mengkerut-kerutkan saat tidur itu terjadi karena adanya aktivitas otot rahang secara berulang-ulang. Sehingga, gigi-gigi rahang atas dan bawah saling bergesean atau ber-grinding.

Kondisi menggertakan gigi waktu tidur. Posisi rahang atas dan bawah saling bergesekan rawan gigi menjadi aus. (Tiktok/@drgputrirahmina)
Kondisi menggertakan gigi waktu tidur. Posisi rahang atas dan bawah saling bergesekan rawan gigi menjadi aus. (Tiktok/@drgputrirahmina)

Seorang Dokter Gigi Putri Rahmina dalam akun TikTok-nya menjelaskan, beuxism ini ada dua jenisnya.

Pertama, awake bruxism. Yaitu, bruxism yang terjadi pada saat kondisi sadar atau pada saat aktivitas.

Kedua, sleep bruxism. Yait,u bruxism yang terjadi pada saat kondisi tidak sadar.

"Biasanya orang yang mengalami ini tidak akan menyadari bahwa, dia mengalami bruxism. Siapa yang menyadarinya? teman yang tidur di sebelahnya," ujar dokter yang bekerja di Plasthetic Clinic Aceh itu.

 

Lalu bagaimana mengetahui tanda bahwa kita mengalami bruxism? Menurutnya, gejalanya sangat khas.

Pada saat bagun pagi biasanya akan terasa sakit pada bagian otot pengunyahan. Kemudian juga pada bagian pipi, bagian rahang, serta sakit pada sendi rahang.

"Sehingga (penderita, Red) kesulitan untuk membuka mulut," sebutnya.

Pada kondisi yang parah, biasanya disertai dengan bunyi kelingking pada saat membuka dan menutup mulut. Juga disertai dengan sakit kepala dan kondis dalam rongga mulut kering.

Kalau dilihat dari ciri kondisinya, lama kelamaan giginya akan semakin pendek atau aus.

Karena terus menerus mengalami pergesekan, dapat memicu bagian leher gigi atau bagian ujung gigi di dekat gusi terdapat cerukan.

Pada kondisi yang paling parah, giginya bisa patah. 

 

Lalu Bagaimana Perawatanya?

Perawatannya bisa dengan menggunakan night guard. Fungsinya, untuk melindugi gigi dari geligi pada pergeseran langsung pada saat bruxism itu terjadi.

"Bruxism ini bisa sembuh, asalkan penderitanya mau diterapi oleh dokter psikiater," tukas Putri. (mel)

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#menggertakkan gigi #menurut dokter gigi #menggertakan gigi waktu tidur #ini penyebabnya