RADAR JOGJA- Ubur-ubur memang terkenal sebagai hewan yang bisa menyengat hingga beracun. Namun tidak semuanya berbahaya.
Yang kerap dijumpai, ubur-ubur muncul di pantai selatan Jogja merupakan jenis yang bisa menyengat dan beracun.
Pada cuaca tertentu, ubur-ubur bermunculan ke tepian pantai. Sehingga tak jarang memakan korban. Korban bisasanya pengunjung pantai yang mandi di laut.
Akibat sengatan, korban merasakan panas hingga tak jarang sampai pingsan.
Ya, memang ada beragam jenis ubur-ubur. Tapi taukah kamu, ternyata ada ubur-ubur yang bisa dikonsumsi.
Ubur-ubur ini bentuknya lebih besar dan berjelly dibandingkan ubur-ubur penyengat yang umumnya berwarna biru kurus, sepeti yang dijumpai di pantai selatan Jogja.
Ubur-ubur yang bisa dikonsumsi
Biota laut yang sering disebut jelly fish ini selain cantik ternyata dapat dikonsumsi.
Bahkan disinyalir memiliki segudang manfaaat bagi kesehatan manusia.
Jelly fish atau ubur-ubur mempunyai ciri tidak memiliki tulang belakang. Termasuk kedalam golongan filum Cnidaria (sub-filum Medusozoa) yang memiliki alat penyengat (cnida).
Ubur-ubur biasa ditemukan dengan ukuran 2-40 cm bahkan bisa bertumbuh besar 1-2 meter biasanya jika dalam ukuran besar terdapat di laut dalam.
Keberadaan Ubur-ubur menjadi konsumsi di Indonesia memang masih asing bahkan bisa dikatakan tidak lumrah sedangkan jika di negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan dimanfaatkan sebagai obat bahkan di konsumsi.
Biasanya ubur-ubur jika di Indonesia akan di ekspor di negara-negara tersebut dan jarang untuk di konsumsi ataupun di olah sediri, kegiatan atau fenomena panen ubur-ubur di pantai-pantai Indonesia kerap terjadi seperti dikawasan pantai Belitung, Cilacap dan Kebumen.
Dari semua jenis Ubur-ubur tidak semua bisa dikonsumsi, berikut adalah jenis-jenis yang dapat dikonsumsi. Antara lain, Rhopilema esculentum, Rhopilema hispidium, Aurelia aurita, Stomolophus meleagris, Labonemoides gracilis dan lain sebagainya.
Menurut Dosen Departemen Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran Yuni Pratiwi, ubur-ubur mengandung zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin.
Selain itu juga terkandung berbagai mineral seperti; K, Cu, Fe, Zn, Na, Mg, Ca dan I.
Khasiat Ubur-ubur juga sebagai obat tradisional Tiongkok. Khasiatnya, untuk mengatasi penyakit darah tinggi, meredakan pembekakan dan artristis.
Kandungan kolagen yang terdapat di dalam ubur-ubur juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik.
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UGM pada tahun 2021 didampingi oleh para dosen menemukan bahwa kandungan pada venom ubur-ubur bisa menghambat sel kanker payudara.
karena di dalam venom ubur-ubur terkandung protein venom dari sel nematosista yang berpotensi untuk pengobatan.
Baca Juga: Waspada ini Tanda-Tanda Usus Kamu Kotor
Hasil dari riset penelitian tersebut mendapatkan rerata 4,98 ppm yang diartikan sangat berpotensi dalam penghambat kanker payudara khusunya reseptor ER-a.
Kandungan dan khasiat yang baik dari ubur-ubur bisa menjadi pilihan penghobatan dari beberapa penyakit sehingga layaknya perlu dan ikuti anjuran dari para ahli dari sistem pengolahan sehingga dapat dikonsumsi dan memberikan manfaat bagi tubuh manusia. (Putri Hanna)
Editor : Meitika Candra Lantiva