RADAR JOGJA – Film sadis atau film thriller merupakan salah satu genre film yang membuat penonton menjadi tegang dan adrenalinnya terpacu dengan sangat cepat.
Biasanya film thriller memiliki banyak sekali penyukanya, belum lagi jalan cerita yang bagus dan alur yang tidak dapat ditebak menjadi salah satu nilai utama dari genre ini.
Thriller di setiap negara tentunya menghasilkan beberapa adegan – adegan yang tidak sama. Apalagi untuk di Indonesia sendiri film thriller tidak banyak ditayangkan di bioskop. Jika tayang juga ada beberapa peraturan atau adegan film yang disensor.
Dilansir dari nowdotsplay, seorang ahli kesehatan mental dan psikolog bernama Dr Thema Bryant memperingatkan, bahwa bagi yang mendengarkan atau menonton film sadis tetap santai dan tidak merasa jijik atau terganggu sebaiknya perlu berhati – hati. Hal itu menjadi gejala awal atau sifat gangguan mental yang serius.
Dr. Thema Bryant dalam podcast-nya mengungkapkan bahwa orang – orang yang suka mengkonsumsi media kekerasan atau sadis melakukannya dengan alasan yang sangat spesifik, mungkin karena adanya trauma dan hal itu sudah menjadi familiar bagi mereka sendiri.
Jika hal ini tidak diperhatikan lebih lanjut mungkin dampaknya akan sangat berbahaya bila seseorang mulai kecanduan menonton film – film sadis atau kekerasan. Seperti kita ketahui, film sadis ini dapat kalian jumpai dengan sangat mudah di internet.
Belum lagi tidak adanya pengawasan dari orang terdekat bisa menjadi salah satu hal yang membuat seseorang menonton film sadis. Maka kita harus bisa memilah tontonan mana yang baik dan tidak baik. Pencegahan lebih baik dilakukan dari awal daripada harus menjadikan hal tersebut kerugian untuk diri sendiri. (Juliana Belence)
Editor : Bahana.