RADAR JOGJA – Perkembangan industri kecantikan kian hari terus memperbaharui inovasi, melalui ratusan produk skincare baru yang bermunculan tiap tahunnya.
Namun, dibalik janji kulit sempurna dari pemakaian produk skincare, terdapat bahaya yang tersembunyi yang perlu diperhatikan sebagai pengguna.
Dari sekian banyak skincare yang sudah diproduksi, tentunya juga ada yang di dalamnya terdapat kandungan berbahaya.
Banyak dampak yang bisa ditimbulkan dari skincare abal-abal ini seperti: iritasi kulit, reaksi alergi, kerusakan kulit, efek samping kesehatan dan masih banyak lagi.
Baru-baru ini ada kasus korban pengguna skincare abal-abal. Korban mengalami efeksamping berupa kulit wajah yang terlihat menghitam atau gosong.
Dikutip dari podcast @dr.Richard Lee, MARS korban memberikan penyataan bahwa kondisi muka yang ia alami tidak hanya sekedar flek hitam biasa. Namun flek hitam yang juga menebal.
Jadi jika dilakukan tindak penyembuhan, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Korban bernama Nur Tya mengaku, memakai krim abal-abal itu kurang lebih selama dua tahun.
Gejala pertama kali dirasakan ialah munculnya flek hitam kecil-kecil, lalu merambat keseluruh wajah menutupi semua area kulit muka.
"Seperti topeng,” ungkap Nur dalam podcast yang diunggah, Rabu (6/9/2023).
Nur mengatakan dirinya sempat terpikir untuk mengakiri hidup. Sebab, kondisi yang sedang ia alami dan lingkungan sekitar seakan-akan menekan dirinya.
Beruntungnya Nur dapat bangkit kembali dan sekarang menjadi salah satu konten kreator TikTok.
Berkaca dari pengalaman Nur, berikut beberapa bahan berbahaya yang sering ada dalam skincare krim abal-abal:
Baca Juga: Akun Smurfing Senjata Ampuh Gamer Berpengalaman yang Membunuh Semangat Pemain Pemula
Merkuri
Merkuri merupakan bahan paling berbahaya yang sering kali dijumpai dalam produk skincare abal-abal, seperti: produk pemutih kulit, pelembab dan lainnya.
Penggunaan merkuri ini dapat menimbulkan efek samping dimulai dari keracunan berbahaya, mempengaruhi system saraf dan ginjal, hingga masalah kesehatan lainnya, jika merkuri terserap oleh kulit.
Paraben
jenis bahan berbahaya ini termasuk kedalam kelompok bahan pengawet yang sering digunakan dalam produk kosmetik termasuk skincare.
Jenis paraben seperti metilparaben dan propilparaben dikaitkan dengan gangguan hormone dan perubahan tingkat estrogen dalam tubuh.
Saat ini sudah banyak negara yang mengatur penggunaan paraben, namun sejatinya masih banyak juga produk yang menggunakan bahan berbahaya ini.
Phthalates (Ftalat)
Senyawa kimia ini sering dijumpai dalam produk skincare dengan tujuan untuk meningkatkan kelembutan dan tekstur produk tersebut.
Beberapa penelitian juga mengaitkan dengan gangguan hormone dan dampak kesehatan tertentu.
Perlu diketahui bahan ini harus diwaspadai, terutama penggunaan produk tersebut untuk anak-anak.
Formaldehida
Bahan pengawet ini digunakan dalam beberapa produk skincare. Zat beracun ini dapat mengakibatkan iritasi pada kulit dan mata.
Beberapa negara juga telah mengatur batas penggunaan formaldehida dalam produk perawatan kulit. Tetapi tetap penting bagi anda selalu memeriksa produk skincare dengan cermat.
Pentingnya bagi konsumen untuk selalu membaca kandungan apa-apa saja pada jenis perawatan kulit yang dipilih. Selain itu selalu berkonsultasi dengan ahli yang professional jika melihat gejala-gejala yang janggal.
Jangan lupa untuk mengutamakan kesehatan kulit dan keselamatan diri sendiri dalam menentukan perjalanan perawatan kecantikan anda. (Trimina Klara)
Editor : Meitika Candra Lantiva