RADAR JOGJA - Generasi Z, yang lahir pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, adalah salah satu generasi yang tumbuh dengan teknologi digital yang semakin canggih.
Di antara berbagai bentuk teknologi yang mereka nikmati, permainan video telah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.
Namun, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa bermain game bukan hanya tentang hiburan bagi Generasi Z, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengatasi kecemasan dan stres.
Menurut, TotallyAwesome, di Indonesia, 47 persen dari Generasi Z mengakui bahwa mereka bermain game ketika merasa cemas atau stres. Hasil ini menunjukkan bahwa game telah menjadi saluran yang efektif bagi sebagian besar generasi ini untuk menghadapi tekanan emosional mereka.
Penting untuk memahami mengapa Generasi Z memilih game sebagai cara untuk mengatasi kecemasan dan stres. Pertama-tama, game sering kali memungkinkan pemain untuk memasuki dunia yang berbeda, di mana mereka dapat melupakan masalah sehari-hari mereka. Ini adalah bentuk pelarian yang umum digunakan oleh banyak orang ketika mereka merasa tertekan.
Selain itu, game sering kali memerlukan pemain untuk fokus dan berkonsentrasi pada tugas-tugas dalam permainan. Ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang cemas atau stres, memberikan pemain waktu untuk merenung dan meredakan ketegangan.
Namun, game hanya memberikan kenyamanan sementara, penting juga untuk diingat bahwa penggunaan yang berlebihan atau kecanduan game dapat memiliki dampak negatif pada kesejahteraan mental. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi kecanduan bermian game sebagai gangguan mental yang memerlukan perhatian serius.
Dengan demikian, sementara Generasi Z dapat menggunakan game sebagai alat untuk mengatasi kecemasan dan stres, penting untuk menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi ini. Orang tua dan pendidik dapat berperan dalam membantu generasi ini memahami keseimbangan yang sehat antara hiburan digital dan menjaga kesejahteraan mental mereka.
Selain itu, penelitian lebih lanjut dan penyuluhan tentang cara yang sehat untuk mengatasi tekanan emosional dengan cara yang tidak merugikan perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah. (m1)
Editor : Bahana.