SLEMAN - Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) resmi membuka Pasar Krempyeng, Rabu (16/8/2023). Kegiatan ini akan diselenggarakan setiap 35 hari sekali, tepatnya Rabu Wage.
"Pasar Krempyeng itu ming sak klebatan (waktu sebentar, red). Jadi, pukul 12.00 wis rampung. Jadi, digelar setiap selapan sekali. Semoga bisa rutin," ujar Direktur SDM dan Akademik Ika Puspitasari saat pembukaan di Lapangan Basket, Area Parkir Utara RSA UGM, Rabu (16/8/2023).
Pasar Krempyeng menghadirkan produk lokal dan organik berkualitas. Dalam pelaksanaannya menggandeng Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Asosiasi Pasar Tani (ASPARTAN) Sleman, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Binaan RSA UGM.
Pasar Krempyeng diinisiasi sebagai implementasi SDGs di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Selain itu, juga sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan melalui produktivitas pangan lokal dan mengenalkan konsep Green Hospital.
"Semoga bisa bertahan lama dan bermanfaat semua pihak dan menggerakkan perekonomian. RSA ingin menggerakkan UMKM di masyarakat apalagi binaan. Gratis dan harapannya bisa dipersiapkan 35 hari yang akan datang," jelasnya.
Pasar Krempyeng dalam implementasi terbuka untuk umum. Sehingga tidak ada batasan harus pekerja maupun pengunjung dari rumah sakit saja yang boleh meramaikan. Hal ini demi menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Ade Febrina Lestari mengatakan Pasar Krempyeng dikonsep terbuka untuk siapa saja. Harapannya setiap orang bisa mendapatkan produk lokal yang berkualitas tinggi.
"Pasar Krempyeng ini benar-benar untuk kita semua, warga, staf, pasien maupun keluarganya, dah warga sekitar. Terbuka umum dan kami ingin memperkenalkan produk organik dan yang diolah UGM," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, RSA UGM juga meluncurkan layanan baru Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Yakni, ruang perawatan intensif untuk bayi yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus.
"Dengan bangga rasa buka ruang unit NICU sehingga menambah layanan rujukan connect, untik bayi-bayi kecil prematur dan membutuhkan layanan khusus," jelasnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad