Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

33 Kader Sidokarto Menerima Penyuluhan Skrining Cepat Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

Reren Indranila • Rabu, 2 Agustus 2023 | 20:02 WIB

 

RADAR JOGJA -

PENYULUH KESEHATAN: Sebanyak 33 kader kesehatan di Kalurahan Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman pada Senin (31/7). (RADAR JOGJA)
PENYULUH KESEHATAN: Sebanyak 33 kader kesehatan di Kalurahan Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman pada Senin (31/7). (RADAR JOGJA)
Penyuluhan diberikan langsung oleh ahlinya Dr. dr. Mahendro Prastyo Kusumo, MMR (Mahe). Kegiatan ini terselenggara berkat dana hibah DRPTM 2023 untuk pengabdian masyarakat.

Mahe menuturkan, penyuluhannya memiliki tujuan utama untuk mendeteksi cepat diabetes melitus pada ibu hamil dengan menggunakan smartphone.

Perhatian utamanya terhadap ibu hamil karena memiliki risiko lebih tinggi terjadinya eklamsi dan preklamasi yang menyebabkan terjadinya kematian pada ibu dan bayi.

Sasarannya kepada kader Kalurahan Sidokarto agar dapat memberikan pendampingan kepada seluruh masyarakat yang sedang hamil.

"Sehingga nanti ibu-ibu hamil tidak perlu datang ke Puskesmas, langsung menemui kader untuk memeriksakan kondisinya," katanya kepada Radar Jogja, Senin (31/7).

Dalam penyuluhan ini ada inovasi yang dilakukan oleh Mahe yakni dengan pemeriksaan diabetes melitus pada ibu hamil secara cepat. Kata pria yang juga dosen di Magister Administrasi Rumah Sakit UMY itu, saat diperiksa langsung dapat melihat hasilnya dengan menggunakan smartphone yang bisa di download secara gratis.

Namun, tentunya untuk mengaplikasikannya perlu mengunduh aplikasi melalui play store. Adapun nama aplikasi ini adalah DoScreen. Selain gratis, DoScreen memberikan hasil yang cepat serta akurat.

Mahe menambahkan, dari 33 Kader itu seluruh perwakilan dari tiap padukuhan di Sidokarto dapat hadir semua. Dia menilai para Kader yang mengikuti penyuluhannya antusias sehingga dapat memberikan pendampingan pada ibu hamil di Padukuhan masing-masing.

"Selanjutnya kami akan mengundang ibu hamil di masing-masing pedukuhan tersebut dan mengadakan pelatihan kepada mereka," tambahnya.

Menurutnya, harapan adanya pengabdian masyarakat ini dapat lebih meningkatkan pemahaman Kader dan Ibu hamil dalam melakukan skrining diabetes melitus pada kehamilan. Selain itu juga, bisa memahami hal-hal yang harus dilakukan ketika ibu hamil terdiagnosis diabetes melitus sehingga terapinya akan lebih tepat dan cepat.

Mahe berpesan kepada setiap ibu hamil, untuk selalu memeriksakan terhadap penyakit diabetes melitus maupun komplikasinya. Ketika menjalani proses kehamilan sampai dengan proses melahirkan diperlukan pemantauan terhadap kondisi kesehatannya. Bahaya mengintai siapa saja yang terjangkit diabetes melitus.

"Kejadian kematian pada ibu hamil dengan diabetes melitus ini cukup tinggi, sehingga diharapkan untuk memeriksakan sedini mungkin pada kehamilan di semester pertama," tuturnya.

Sementara itu, Bidan Desa Sidokarto Anisa Mauliddina menyampaikan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat. Hal itu karena para kader dapat meningkatkan pengetahuan khususnya penanganan diabetes melitus pada ibu hamil.

Dengan begitu para kader dapat memberikan konseling yang baik untuk para ibu hamil. Apalagi, kader merupakan ujung tombak di masyarakat langsung sebagai pelaksana kegiatan.

Anisa mengungkapkan, jika di Sidokarto sendiri ada beberapa temuan terkait ibu hamil dengan kadar gula tinggi. Hal itu tentunya mengakibatkan bayinya besar sehingga ada yang harus operasi sesar.

"Ada temuan seperti itu hanya ketika dilakukan skrining di puskesmas. Sedangkan di puskesmas itu kan pemeriksaan gula tidak selalu rutin tiap bulan. Jika ini nanti kan rutin dilakukan setiap bulan oleh kader ibu hamilnya, atau dapat dilakukan mandiri oleh ibu hamil" jelasnya. (cr3/ila)

Editor : Reren Indranila
#Sleman #Kesehatan #kader #kader kesehatan #penyuluhan kesehatan