Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penderita Diabetes Ingin Tetap Berpuasa, Perhatikan Anjuran Ini

Editor News • Kamis, 30 Maret 2023 | 03:36 WIB
(RADAR JOGJA FILE)
(RADAR JOGJA FILE)
RADAR JOGJA - Sebelum menjalankan ibadah puasa, penderita diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pemeriksaan meliputi kadar gula darah hingga stratifikasi risiko. Jika dinilai sehat secara fisik dan kondisi gula darah terkontrol, maka penderita diabetes tetap diperkenankan untuk berpuasa. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sisca Wulandari menyebut dokter tak akan menyarankan pasien diabetes untuk berpuasa jika ditemui kondisi-kondisi tertentu. Misalnya stratifikasi risiko tinggi pada penderita diabetes. Jika dipaksakan untuk berpuasa justru akan membahayakan kesehatan penderita diabetes.

"Ada risiko hipoglikemi atau kadar gula darah yang terlalu rendah hingga menyebabkan gejala. Seperti gemetar, pusing, hingga kejang dan pingsan," jelas Sisca melalui sambungan daring, Rabu (29/3).

Selain itu, penderita diabetes juga berisiko mengalami hiperglikemi atau kadar gula darah yang terlalu tinggi. Ini bisa terjadi lantaran pengaturan obat yang terlalu banyak dikurangi saat puasa. Atau pada saat berbuka puasa pasien diabetes terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

"Untuk pengaturan pola makan harus konsultasi dengan ahli gizi," katanya.

Berkaitan dengan pola makan, Sisca menyebut rata-rata orang dewasa akan membutuhkan kalori sebesar 1.400 hingga 2.000 kalori per 24 jam. Jumlah ini akan bergantung pada hitungan berat badan pasien, aktivitas, usia, dan beberapa pertimbangan lainnya. Jumlah kalori nantinya dibagi pada jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi.

Komposisinya karbohidrat 40-50 persen, protein 20-30 persen, dan lemak 30-35 persen. Dari 100 persen kebutuhan kalori, sebesar 30-40 persen dikonsumsi saar sahur, 40-50 persen saat buka, dan 10-20 berupa camilan sehat yang dikonsumsi selepas ibadah tarawih.

"Pilih makanan untuk sahur yang dapat mempertahankan sumber energi yang agak lama. Supaya tidak cepat lapar. Misalnya karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan oats. Penting juga untuk konsumsi daging tanpa lemak, sayuran. Buah dan serat dikonsumsi agar bisa menahan air lebih lama," ujarnya.

Sementara itu, saat berbuka puasa Sisca menyarankan untuk memilih makanan yang cepat mengembalikan energi. Misalnya kurma, karbohidrat kompleks, sayur, buah dan kacang-kacangan. Beberapa makanan juga sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes saar berpuasa.

"Hindari minuman berkafein. Kopi, teh bisa merangsang buang air kecil sehingga dikhawatirkan siangnya dehidrasi, dihindari saat sahur. Atau makanan olahan yang tinggi natrium juga harus dihindari," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Diabetes berpuasa #Sisca Wulandari #diabetes dilarang puasa #tips berpuasa