Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tips Berbuka dan Sahur Puasa dengan Menu Sehat

Editor News • Kamis, 23 Maret 2023 | 20:52 WIB
(RADAR JOGJA FILE)
(RADAR JOGJA FILE)
RADAR JOGJA - Dietisien FKKMK UGM Tony Arjuna menuturkan puasa membuat badan secara fisik menjadi semakin sehat. Sebab, saat puasa secara fisiologis melatih tubuh dalam pembakaran kalori.

Hanya saja ada kebiasaan yang masih salah dijalankan oleh masyarakat. Terutama dalam pemilihan makanan saat buka dan sahur. Sehingga bisa mempengaruhi kesehatan dan kebugaran tubuh di saat menjalankan puasa.

“Saat buka puasa makan dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan gula darah dalam tubuh cepat naik dengan tinggi namun turunnya juga cepat. Hal ini yang tidak sehat untuk badan, adanya jadi lemes dan ngatuk karena caranya kurang tepat,” jelasnya, Kamis (23/3).

Menurutnya, saat berbuka puasa perlu dilakukan pengaturan makan secara bertahap. Hal itu penting dilakukan supaya energi yang dikeluarkan juga keluar secara bertahap.

Tony menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang sifatnya lambat dicerna tubuh. Misal untuk protein seperti daging, ikan hingga ayam. Sedangkan sumber karbohidrat dianjurkan untuk memilih dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, sereal, roti gandum utuh dibanding karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan mie.

Dia juga menganjurkan untuk mengonsumsi buah serta sayuran. Ini karena memiliki kandungan tinggi serat. Sifatnya yang lambat dicerna sehingga bisa kenyang lebih lama.

“Selama puasa agar tetap sehat dan bugar kuncinya bukan makan mahal dan enak. Kuncinya makanan yang bervariasi, semakin variatif maka semakin banyak zat gisi yang diperoleh tubuh,” katanya.

Direktur Halal Research Center Fakultas Peternakan UGM Nanung Danar Dono menyampaikan bahwa pemilihan dan pengolahan bahan makanan memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh. Utamakan memilih bahan pangan yang segar. Ini karena kandungan gizinya lengkap dan belum banyak yang rusak.

"Hindari penggunaan daging lama karena berpotensi basi, sehingga kandungan gizinya tentunya sudah banyak yang berkurang dan berpotensi menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan daging dari hewan yang mati bukan karena disembelih baik dikarenakan sakit maupun mati karena tua tidak baik dikonsumsi karena berbahaya bagi tubuh. Pasalnya, darah dalam daging bangkai tidak keluar maksimal layaknya hewan yang disembelih.

"Sementara darah yang tidak keluar secara maksimal dalam bangkai mengandung timbunan makanan yang berlimpah bagi bakteri pembusuk. Dengan kata lain bangkai menjadi tempat perkembangbiakan yang baik bakteri pembusuk," pesannya. (Dwi) Editor : Editor News
#menu sahur #menu buka sehat #manfaat puasa #tips puasa