“Dengan berpuasa kita dilatih delay gratification atau menunda pemuasan dari makan, emosi dan lainnya,” jelas Bagus, Kamis (23/3).
Dosen Fakultas Psikologi UGM ini mencontohkan menunda pemuasan terkait emosi. Dengan adanya jeda, tidak impulsif maka akan terjadi penurunan ketegangan atau stres dalam diri.
Disamping itu dikatakan Bagus saat menjalankan puasa, jiwa dilatih untuk disiplin dan tekun sehingga hati merasakan tenang. Selain itu puasa juga bisa melatih diri untuk merespon semua hal dengan lebih tenang.
"Sehingga dapat menurunkan stres dalam diri," katanya.
Puasa Ramadan, lanjutnya, juga menjadi momentum untuk bersiap-siap menjalani kehidupan setelah Ramadan. Harapannya, pengendalian diri tidak hanya saat momentum puasa semata.
"Jadi jangan sampai mengendalikan diri hanya saat puasa saja, justru ini menjadi latihan mengendalikan diri untuk persiapaan kehidupan setelah puasa,” ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News