Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Penanganan Penyakit Jantung RSA UGM dr. Firman Fauzan, Sp. JP FIHA menyebutkan, jenis kelainan penyakit jantung ada beragam. Mulai dari kelainan katup jantung, ruang jantung, mendeteksi adanya penyempitan pembuluh darah jantung dan lainnya melalui berbagai macam tes dan tindakan.
”Untuk non kegawat-daruratan, mulai dari USG jantung, kemudian tes treadmill, ct-scan jantung, kateterisasi jantung. Semua pelayanan itu kami jadikan pelayanan komprehensif, antara satu dengan pelayanan lainnya saling berkaitan,” ungkap Firman di kantornya, Rabu (28/12).
Dikatakan, untuk pelayanan dimulai Senin sampai Jumat jam kerja jam 07.30 sd 16.00 WIB. Sabtu pukul 07.30 sd pukul 13.00 WIB selain itu ada beberapa pilihan layanan telekonsultasi dan poliklinik sore di luar jam kerja. Untuk pelayanan kegawatdaruratan jantung RSA UGM siap 7 x 24 jam.
Bilamana masyarakat membutuhkan pelayanan tahap lanjut seperti intensive coronary care unit (ICCU), high care unit (HCU) dan intensive care unit (ICU), pihak RSA UGM siap. Dikatakan, semua jenis penyakit jantung ditangani, kecuali tindakan operasi besar. Saat ini RSA UGM bekerjasama dengan rumah sakit besar lainnya di Jogja dalam penanganan operasi besar. Namun tak menutup kemungkinan, RSA UGM bergerak menyediakan pelayanan operasi tersebut.
Pelayanan penyakit jantung ini, jika dilihat dari faktor risikonya, seperti darah tinggi dan diabetes. Lalu juga merokok, hipertensi, komplikasi jantung bengkak, penambalan otot-otot jantung. Serta kelainan katup jantung yang masih belum membutuhkan pelayanan operasi.
Penyempitan pembuluh darah jantung ringan hingga berat dapat didiagnosis dengan treadmill test atau bisa juga dengan ct scan jantung.
”Atau bisa juga dievaluasi dengan kateterisasi jantung. Dalam waktu dekat juga akan ada pemasangan ring jantung, untuk penanganan kasus penyempitan pembuluh darah jantung,” katanya.
Saat ini, rata-rata pemeriksaan penyakit jantung bekerjasama dengan bagian penyakit dalam, bedah, gigi, gagal ginjal, maupun komorbid jantung dan lain-lain. Berhasil mendeteksi, rata-rata pasien per hari mencapai 40, yakni pasien rawat jalan. Sedangkan rawat inap jumlahnya sekitar 50 pasien per hari. Sehingga totalnya mencapai 90 pasien per hari.
“Mayoritas dikeluhkan nyeri dada, sesak nafas, berdebar-debar, serangan jantung koroner yang hebat, lalu mual muntah, dada seperti terbakar, dan lainnya,” ujarnya.
Ditegaskan untuk pelayanan aksesnya mudah. Untuk kasus gawatdaruratan jantung, memegang prinsip tolong dulu, administrasi belakangan. Untuk pasien elektif mengikuti prosedur masing-masing fasilitas asuransi yang digunakan.
“Kami juga melayani pasien pengguna BPJS, sejak lima tahun lalu,” tandasnya. (*/dwi) Editor : Editor News