Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Virus Hepatitis Misterius, Kuatkan Prokes PHBS di Sekolah

Editor News • Jumat, 13 Mei 2022 | 05:41 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie pastikan virus Hepatitis misterius belum terdeteksi di Jogjakarta. Pernyataan ini berdasarkan catatan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Juga mengacu pada pemeriksaan sampel oleh laboratorium FKKMK UGM Jogjakarta.

Walau begitu, pihaknya tetap mengantisipasi secara maksimal. Diawali dengan imbauan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Fokusnya pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Belum ada datanya sampai hari ini. Cek ke FKKMK UGM, rumah sakit belum ada. Sehingga memang belum terdeteksi masuk Jogjakarta," jelasya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (12/5).

Gejala Hepatitis misterius tak jauh beda dengan Hepatitis pada umumnya. Inilah yang membuat jajarannya berjuang keras dalam antisipasi. Sehingga rutin melakukan pengujian sampel melalui laboratorium penguji.

"Mirip dengan Hepatitis lain tapi ada kondisi tertentu itu diferent diagnosa. Untuk jenis virus kali ini tidak terdeteksi jenisnya. Ini masih dicari dan diteliti oleh pakar," katanya.

Itulah mengapa langkah antisipasi mengacu pada protokol kesehatan PHBS. Meski basic, namun cara ini diyakini efektif dalam mengantisipasi. Khususnya terpapar saat beraktivitas diluar ruang.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga mengeluarkan petunjuk teknis yang sama. Ditambah perhatian khusus kepada anak dibawah 16 tahun. Ini karena mayoritas pasien yang terpapar pada rentang usia tersebut.

"Juknis dari pusat semua ortu atau anak usia dibawah 16 tahun harus hati-hati ke tempat kegiatan. Asupan harus yang baik, higienis jadi salah satu prioritas. Sudah sosialiasi ke lintas sektor ini jadi pedoman, sudah saatnya berubah ke perilaku PHBS dan gizi seimbang," ujarnya.

Adanya penyelenggaraan pembelajaran tatap muka turut menjadi perhatian Dinkes DIJ. Berupa intensitas mobilitas anak di lingkungan sekolah. Terutama terkait konsumsi di kantin sekolah.

Pembajoen mengimbau sekolah mengoptimalkan peran UKS. Untuk ikut mengawasi kualitas konsumsi siswa. Khususnya unsur higienitas dalam pengolahan maupun penyajian makanan.

"Warung sekolah harus dipantau higienitas. UKS bisa kerjasama dengan Puskesmas jadi jejaring yang yang baik," pesannya.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Jogja. Bertepatan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, maka protokol kesehatan menjadi syarat wajib. Kali ini juga antisipasi terhadap virus Hepatitis misterius.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi meminta sekolah tak memaksakan diri untuk PTM 100 persen. Terlebih jika protokol kesehatan belum siap dan berjalan. Sehingga jaminan kesehatan bagi siswa belum optimal.

"Termasuk kantin, kegiatan ekstrakurikuler dan segala macam itu kita serahkan ke masing-masing sekolah tapi kita sudah meminta Dinas Pendidikan untuk membuat edaran terutama untuk bagaimana pengaturan PTM ini supaya bisa dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing sekolah," katanya.

Disatu sisi, Heroe mengakui informasi tentang virus Hepatitis misterius ini masih minim. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan karakteristik penularan. Meski upaya antisipasi tetap mengacu pada protokol kesehatan PHBS.

"Makanya ini kan teman-teman Dinkes lagi fokus, karena informasi tentang Hepatitis ini belum dapat lengkap. Untuk antisipasi dan penyelesaian seperti apa, tapi kita sudah siap dengan timnya," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#Varian Hepatitis #Hepatitis misterius Jogjakarta #Dinkes DIJ #ciri Hepatitis misterius #Pembajoen Setyaningastutie