Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sikat Gigi setelah Sahur dan Berbuka

Editor News • Sabtu, 18 Mei 2019 | 21:30 WIB
BERBAGI TIPS: Dokter Spesialis Gigi Pipiet Setyaningsih (kanan) dalam acara Obrolan Sehat Jelang Buka Puasa di Taman Poli Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Kota Jogja, Jumat (17/5). (YUWANTORO WINDUADJIE/RADAR JOGJA)
BERBAGI TIPS: Dokter Spesialis Gigi Pipiet Setyaningsih (kanan) dalam acara Obrolan Sehat Jelang Buka Puasa di Taman Poli Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Kota Jogja, Jumat (17/5). (YUWANTORO WINDUADJIE/RADAR JOGJA)
JOGJA - Akibat menahan dahaga ketika berpuasa, mulut kerapkali menjadi kering. Air liur yang diproduksi-pun manjadi minim. Akibatnya proses pembersihan gigi akan terkendala.

Untuk menangani permasalahan tersebut Dokter Spesialis Gigi Pipiet Setyaningsih berbagi tips menjaga kesehatan gigi dan mulut saat berpuasa dalam acara Obrolan Sehat Jelang Buka Puasa di Taman Poli Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Kota Jogja, Jumat (17/5).

Cara menanggulanginya adalah dengan menyikat gigi secara benar dan teratur. Selesai makan harus sikat gigi dan juga sebelum tidur. “Juga setelah sahur dan berbuka,” jelasnya.

Menurutnya sikat gigi adalah kebiasaan yang sederhana. Tetapi apabila diterapkan secara rutin dan benar akan mengurangi potensi kerusakan gigi. “Sikat gigi dengan lembut jangan terlalu kuat agar gigi tidak terkikis,” jelasnya.

Apabila menyikat gigi terlalu kuat lapisan gigi paling luar akan terkikis akibatnya kita menjadi gampang merasa linu pada gigi. “Karena lapisan gigi paling luar bisa terbuka,” bebernya.

Menyikat gigi yang benar adalah dengan lembut. Dan pilih sikat gigi yang bulunya halus. Jangan lupa bagian dalam juga disikat. Bagian atas juga disikat pelan-pelan. “Lidanya juga disikat karena sisa-sisa makanan itu mengendap di mana-mana,” himbaunya.

Selain itu gigi juga perlu dikontrol ke dokter atau pakar. Karena setiap orang memiliki tendensi untuk terkena karang gigi. Orang yang memiliki gigi basah berpotensi terkena karang gigi. Meskipun memang setiap orang beda-beda kasusnya.

Jadi,  memeriksakan gigi menjadi penting agar kita dapat merespons situasi dengan penanganan sebaik-baiknya.

Check up gigi setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan. Karena apabila gigi terkikis bisa segera ditambal. Kalau sudah berlubang tidak bisa ditambal karena kumannya sudah berkembang biak.”Prinsip menambal gigi pun harus seteril dari kuman terlebih dahulu,” jelasnya. (cr16/din/by) Editor : Editor News
#Kesehatan #RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja #Dokter Pipit #sikat gigi