Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pilih VaporAtau Rokok Konvensional

Administrator • Jumat, 30 Desember 2016 | 21:10 WIB
Photo
Photo
RADARJOGJA.CO.ID - Wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus, mulai disikapi para perokok dengan beralih menggunakan vaporizer atau vapor. Selain lebih hemat, penggunaan vapor juga disebut-sebut lebih aman bagi kesehatan, dengan peredaran penjualan yang lebih terkontrol.


Vapor merupakan alat elektronik pengganti rokok yang sistem kerjanya membakar cairan khusus yaitu liquid, agar mengeluarkan asap untuk diisap. Dewasa ini, keberadaan vapor semakin menjamur seiring adanya wacana kenaikan harga rokok.


Salah satu pengguna vapor yang merupakan warga Sangatta Utara memutuskan beralih dari rokok konvensional ke vapor belum lama ini. Ia mengklaim, penggunaan vapor lebih irit ketimbang rokok yang biasa dikonsumsinya.


"Sehari, saya bisa habis rokok dua bungkus, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke vapor. Terbukti, tiap bulannya bisa lebih irit sekitar Rp 1 juta," ujar Syahid Kahru.


Katanya, ketika awal membeli device untuk memulai menghisap vapor, dirinya harus merogoh kocek cukup dalam yaitu kisaran Rp 300.000 hingga jutaan.


Setelah itu, ia juga harus membeli liquid sekitar Rp 80.000 hingga Rp 200.000.Meskipun begitu dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, jika melihat dari pengeluaran maupun dampak, jauh lebih besar rokok biasa ketimbang vapor.


Peredaran vapor juga lebih terkontrol karena hanya boleh digunakan oleh masyarakat berusia lebih dari 18 tahun. Kondisi berbeda ditemukan pada rokok yang terjual bebas sehingga bisa dibeli masyarakat berbagai usia.


Dirinya bersyukur, semua tidak dapat berhenti menghisap barang haram tersebut, kini sudah mulai terlupakan. Ini semua dibantu oleh vapor.


"Sangat membantu sekali. Dan saya sangat bersyukur karena sudah bisa melupakan rokok konvensional. Lebih enaknya, vapor ini banyak varian rasanya. Mulai rasa permen karet, buah-buahan, kopi dan lainnya," katanya.


Hal senada diungkapkan pengguna vapor yang lain, Rudi Hartono (31). Menurutnya, penggunaan vapor lebih aman untuk kesehatan dan tentunya lebih irit ketimbang rokok biasa.


"Napas kami lega, harum. Juga, merokok disamping orang lain juga tidak terganggu. Karena tidak berbau tembakau tetapi harum," katanya.


Dirinya juga mengajak kepada masyarakat lain untuk meninggalkan rokok. Jika belum mampu, silahkan meniru dirinya untuk menggunakan vapor. Karena ini lebih baik ketimbak rokok pada umumnya.


"Kami bersama-sama memulai hidup sehat. Jika belum mampu, kami coba mengkonsumsi permen atau menggunakan vapor. Dengan begitu, kami secara bertahap meninggalkan rokok," katanya. (dy/fab/JPG/ong) Editor : Administrator

#Vapor #rokok #vape #rokok elektrik