Kuota Terbatas, Daftar Tunggu Program Transmigrasi Asal Kota Jogja Capai 16 KK

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:47 WIB
CAPTION: Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih saat ditemui di Kantor Kelurahan Tegalpanggung, Senin (19/20/2026).IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
CAPTION: Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih saat ditemui di Kantor Kelurahan Tegalpanggung, Senin (19/20/2026).IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja mencatat minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi masih cukup tinggi. Namun karena kuota yang ditentukan oleh pemerintah pusat terbatas, daftar tunggu calon transmigran asal Kota Jogja menumpuk hingga belasan keluarga.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih mengatakan, daftar tunggu calon transmigran hingga tahun 2026 mencapai 16 kartu keluarga (KK). Namun pada tahun ini pihaknya hanya bisa memberangkatkan sebanyak dua KK ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.  

Erna menjelaskan, penetapan jumlah kuota serta lokasi tujuan transmigrasi sepenuhnya merupakan kewenangan dari Kementerian Transmigrasi.  Guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat, pihaknya rutin mengajukan usulan penambahan kuota secara tertulis kepada kementerian.

"Antusiasme warga sebenarnya cukup tinggi, namun kuota yang disetujui dari pusat terbatas,” ujar Erna saat ditemui di Kantor Kelurahan Tegalpanggung, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Kepala-Sekretaris BKAD Sleman Tak Punya Latar Belakang Ekonomi, Andalkan Intuisi, Harda Pilih Wawan

Menurut Erna, banyak dari calon transmigran tertarik mengikuti program transmigrasi karena bertekad memiliki tempat tinggal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mayoritas transmigran asal Kota Jogja menurutnya betah untuk mengembangkan usaha di lokasi tujuan. Namun pihaknya mencatat ada dua transmigran yang terpaksa kembali ke daerah asal karena sakit pada tahun keberangkatan 2024.

Ia menerangkan, dua KK yang diberangkatkan pada tahun ini terdiri dari delapan jiwa. Serta dijadwalkan akan berangkat pada bulan November mendatang. Sebelum pemberangkatan calon transmigran akan menjalani pembinaan mental dan peninjauan lokasi.  

Erna memastikan, kebutuhan akomodasi seperti tiket pesawat dan uang saku sebesar Rp 13 jura per KK akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY. Kemudian di daerah tujuan calon transmigran akan diberikan fasilitas tempat tinggal berupa rumah dan lahan garapan seluas dua hektar.

Baca Juga: Ketua DPRD Gunungkidul Minta Endah-Joko Jaga Kekompakan, Harap Polemik Tak Ganggu Pemerintahan

Guna memastikan kesiapan di daerah tujuan, para calon transmigran telah dibekali serangkaian pelatihan keterampilan, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan. Dinsosnakertrans juga melaksanakan pelatihan pengolahan hasil pangan dan peternakan sebagai agar pendapatan transmigran asal Kota Jogja lebih maksimal.

"Rata-rata mereka sukses beradaptasi, mengolah lahan, bahkan membuka usaha warung di lokasi baru," beber Erna.  

Secara terpisah, Salah satu calon transmigran Asal Kemantren Gondomanan Andri Surya Kusumawardhana mengaku mantap mengikuti program transmigrasi menuju Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.  Ia memandang program transmigrasi sebagai peluang emas untuk memperbaiki taraf kesejahteraan keluarganya.  

Baca Juga: Atasi Kekurangan Guru, 127 Guru di Kulon Progo Dimutasi: Tata Distribusi Tenaga Pendidik

Ayah tiga anak ini menceritakan, sehari-hari ia bekerja serabutan dan terkadang berprofesi sebagai ojek online. Pria yang pernah mengenyam bangku perkuliahan jurusan penyuluh pertanian ini mengaku telah mempersiapkan diri sejak mendaftarkan diri pada program transmigrasi di bulan Mei lalu.

"Saya sudah berbulan-bulan komunikasi dan ngobrol dengan orang di sana, cari tahu kondisi tanah dan lingkungan. Jadi sudah ada gambaran mau menanam apa," tegas Andri kepada wartawan di sela Bimbingan Calon Transmigran yang diselenggarakan di Griya UMKM Jalan Tamansiswa, Kemantren Mergansan, Selasa (20/10/2026). (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
program transmigrasi kuota terbatas Dinsosnakertrans Jogja minat masyarakat