
JOGJA - Jalan Kampung Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Jogja RT.35/RW.07 menjadi salah satu titik lokasi sasaran program padat karya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Warga di wilayah tersebut menyambut baik program peningkatan kualitas infrastruktur tersebut.
Salah satunya Sukarni. Wanita 74 tahun ini mengaku bersyukur atas kondisi jalan yang sudah lebih baik. Lantaran sebelumnya jalan batako yang berada tepat di depan rumahnya dalam kondisi berlubang dan seringkali menyulitkan aksesibilitas warga. Namun kini telah diperbaiki, sehingga memberi kenyamanan bagi aktivitas warga sehari-hari.
“Sekarang warga dan anak-anak sekolah yang lewat di sini sudah merasa nyaman dan senang. Dulu jalannya banyak yang jeblong (berlubang), anak-anak samper jalannya minggir-minggir," ujar Sukarni saat ditemui, Senin (19/10/2026).
Senada dengan Sukarni, warga lain Dewi Kumalawati juga mengapresiasi perubahan fisik jalan di wilayahnya. Namun demikian, ia menyuarakan beberapa harapan fasilitas tambahan demi meningkatkan keselamatan warga, khususnya pengguna jalan di gang-gang sempit.
Aspirasi utama yang disampaikan warga adalah penambahan lampu penerangan jalan serta pemasangan cermin cembung di persimpangan jalan gang. Menurut Dewi, penerangan jalan di lokasi padat karya masih kurang. Sementara cermin cembung dirasa perlu karena pada jalan gang ada tikungan yang membuat kendaraan hampir bertabrakan saat berpapasan untuk keluar masuk gang.
Baca Juga: Menilik Ledok Tukangan Jogja, dari Kampung Bandit Kini Bersolek Jadi Destinasi Penyangga Malioboro
“Kalau ada cermin cembung dan penerangan yang cukup, warga akan merasa jauh lebih aman. Kami sangat berharap aspirasi ini dapat ditindaklanjuti,” terang Dewi.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih menyampaikan pada tahun ini ada sebanyak sepuluh titik program padat karya lewat pembiayaan APBD yang rampung. Selain itu ada tiga titik yang dibiayai Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY di tiga lokasi. Meliputi Kelurahan Keparakan, Pakuncen, dan Brontokusuman.
Erna membeberkan, untuk sepuluh titik program padat karya yang diselenggarakan lewat APBD ada sebanyak 300 orang yang terlibat sebagai tenaga kerja. Sementara yang bersumber dari anggaran BKK Pemprov DIY melibatkan sebanyak 156 orang dengan satu titik lokasi sebanyak 52 tenaga kerja.
Ia berharap, lewat program padat karya tersebut bisa mengurangi angka pengganguran yang saat ini masih berada di kisaran 5,47 persen menurut data Badan Pusat Statistik. Sekaligus meningkatkan sarana prasarana yang lebih baik agar dapat mendorong peningkatan ekonomi serta kesehatan lingkungan warga.
“Jenis pekerjaannya bervariasi, antara lain pembuatan talud permukiman, pengerjaan paving block, cor blok, hingga perbaikan saluran air hujan (SAH)," jelas Erna seusai penutupan program padat karya di Kantor Kelurahan Tegalpanggung.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Agus Arif Nugroho berharap agar warga dapat menjaga hasilnya. Sebab anggaran yang dibangun dengan anggaran publik dan tenaga masyarakat harus dipelihara bersama agar manfaatnya bertahan selama mungkin.
“Saya juga meminta jajaran pemerintah terus melakukan evaluasi. Kami perlu memastikan sasaran tenaga kerja semakin tepat, kualitas pekerjaan semakin baik, keselamatan kerja dijaga, dan lokasi yang dipilih benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ucap Arif membacakan sambutan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (inu)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja