EDUKASI di sekolah diharapkan memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar menambah pengetahuan siswa. Anak-anak juga memiliki peran strategis menumbuhkan dan menerapkan budaya hemat energi dan air. Khususnya di lingkungan keluarga.
Kepala Bidang ESDM Dinas PUPESDM DIY Yustina Ika Kurniawati menilai, kebiasaan sederhana yang dilakukan siswa, seperti mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan dan memastikan peralatan listrik telah dimatikan setelah dipakai dapat menjadi langkah nyata membangun pola hidup yang lebih hemat. Ramah lingkungan. Juga menggunakan air secukupnya. “Mengingatkan anggota keluarga agar tidak boros energi dan air,” ungkap Yustina.
Baca Juga: Komisi C DPRD DIY dan Dinas PUPESDM DIY Kawal dan Optimalkan Fungsi Embung
Dengan demikian, siswa tak hanya menjadi penerima informasi. Tapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan. Membawa pesan konservasi dari sekolah ke rumah. Ketika anak-anak mulai membiasakan perilaku hemat energi dan air, anggota keluarga pun berkesempatan ikut belajar dengan menerapkan kebiasaan serupa. “Dari lingkup keluarga, praktik baik tersebut selanjutnya dapat meluas ke lingkungan masyarakat,” paparnya.
Yustina selalu hadir dengan berdialog dengan para siswa setiap kali menyambangi ke sekolah-sekolah. Pendekatan ini menjadikan DPUPESDM Goes2School bukan sekadar kegiatan pengenalan teknologi energi terbarukan. Namun juga bagian dari upaya sosialisasi membangun kesadaran dan perubahan perilaku.
Baca Juga: Dinas PUPESDM DIY Bangun Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Longsor
Konservasi energi dan air bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau para ahli. Tapi tanggung jawab bersama yang dapat dimulai oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Dengan pengenalan EBT, pembiasaan konservasi energi, dan edukasi hemat air, program DPUPESDM Goes2School mendukung upaya Pemda DIY mendorong pemanfaatan energi berkelanjutan. Memperkuat ketahanan energi daerah, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Dari sekolah, kebiasaan baik diharapkan tumbuh di rumah. Kemudian menyebar ke masyarakat. Sebab, menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi dan sumber daya. Tapi kesadaran setiap individ menggunakannya secara bijak. “Langkah kecil hari ini, seperti menghemat listrik dan air, dapat menjadi awal bagi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ingat Yustina. (kus)
Editor : Winda Atika Ira PuspitaSumber : Radar Jogja