YOGYAKARTA – Kustomfest 2026 kembali membuktikan daya tarik budaya otomotif kustom di Indonesia. Festival yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026 itu mencatat 26.787 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.
Memasuki tahun ke-15, Kustomfest hadir dengan tema High Octane. Ajang ini mempertemukan pecinta otomotif, pembuat kendaraan kustom atau builder, seniman, komunitas, hingga pelaku industri pendukung dalam satu ruang kreatif.
Kustomfest tidak hanya menjadi tempat memamerkan kendaraan hasil modifikasi. Berbagai program yang dihadirkan juga memberikan kesempatan bagi pelaku industri kustom untuk memperkenalkan karya dan menunjukkan kemampuan mereka kepada pengunjung.
Sejumlah agenda utama meramaikan festival tahun ini, di antaranya Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, serta Flat Track Race. Pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan komunitas dan melihat berbagai produk yang berkaitan dengan budaya kustom.
Kehadiran pelaku usaha turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara. Sebanyak 93 tenant berpartisipasi, terdiri atas 46 tenant dalam ruangan, 22 tenant luar ruangan, serta 25 tenant makanan dan minuman.
Beragamnya tenant membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dengan minat yang beragam. Produk yang ditawarkan tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, tetapi juga mencakup kebutuhan pendukung gaya hidup dan kuliner.
Bagi industri kustom lokal, ruang seperti ini menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan hasil karya kepada pasar yang lebih luas. Terlebih, pelaku usaha rumahan harus menghadapi tantangan persaingan dengan produk pabrikan serta komponen impor.
Melalui pameran dan kompetisi, para builder dapat menunjukkan karakter karya masing-masing. Kreativitas dalam mengolah bentuk, material, dan komponen menjadi salah satu daya tarik yang membedakan kendaraan kustom dari produk standar.
Salah satu karya yang mencuri perhatian hadir melalui Kustom Bike Show. Ajies Sabara dari F.Art 32 asal Bangkalan, Madura, meraih penghargaan utama lewat motor bergaya boardtracker yang memadukan sentuhan krom dan kayu. Karya tersebut juga memperoleh sejumlah penghargaan lain, termasuk Kustom Bike Show Nitro Head–Free for All dan Best of Honda.
Sementara itu, kategori Hot Rod & Kustom Car Show dimenangi Avan Surya dari 02_Garage asal Semarang melalui Chevrolet C10 Custom yang meraih penghargaan Best Pick Up.
Prestasi para peserta dari luar Yogyakarta memperlihatkan bahwa kreativitas di dunia kustom berkembang di berbagai daerah. Ajang seperti Kustomfest memberikan ruang bagi karya tersebut untuk dikenal lebih luas sekaligus mempertemukan pelaku industri dari latar belakang berbeda.
Selain menjadi ruang kreativitas, Kustomfest 2026 juga membawa misi sosial. Rangkaian kegiatan bersama Pemerintah Kota Yogyakarta menghimpun donasi untuk mendukung kegiatan sosial, perbaikan rumah warga, serta bantuan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Dengan jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu, Kustomfest menjadi salah satu ruang pertemuan bagi komunitas otomotif dan industri kreatif di Yogyakarta. Perpaduan pameran, kompetisi, tenant usaha, serta kegiatan sosial menunjukkan bahwa festival otomotif dapat menghadirkan kegiatan yang lebih luas daripada sekadar memamerkan kendaraan.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku usaha dan builder lokal untuk memperkenalkan karya mereka. Dengan begitu, antusiasme pengunjung tidak hanya menjadi catatan keberhasilan acara, tetapi juga peluang untuk memperkuat ekosistem industri kustom Indonesia.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber