Berhasil Tembus Tiga Besar, DIY Kirimkan Tim Terbanyak

anom bagakoro • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB
SIAP RAIH PRESTASI: Sejumlah pelajar mewakili DIY mengikuti final Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Mereka bertolak dari Bandara YIA menuju Denpasar, Bali, kemarin (12/10). (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)
SIAP RAIH PRESTASI: Sejumlah pelajar mewakili DIY mengikuti final Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Mereka bertolak dari Bandara YIA menuju Denpasar, Bali, kemarin (12/10). (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)

 

Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 di Denpasar, Bali

JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY mengirimkan sejumlah pelajar guna mengikuti Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Tak kurang ada 40 orang yang berangkat. Mereka terbagi dalam belasan tim. Banyaknya anggota tim yang berangkat menunjukan DIY menjadi provinsi yang mengirimkan finalis terbanyak dibandingkan daerah lainnya 

“FIKSI 2026 merupakan kompetisi yang yang mempertemukan inovasi kewirausahaan antarpelajar, Pesertanya, siswa SMA/SMK sederajat yang memiliki gagasan, ide ataupun telah mencapai tahap praktik dalam bidang kewirausahaan,” ujar Ketua Kontingen FIKSI DIY Reza Aulia Akbar ditemui di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, kemarin (12/10).

Dalam tahap final, setiap tim yang lolos akan menyampaikan presentasi di hadapan tim juri. Mereka juga akan mengikuti pameran. Seluruh acara berlangsung di Kota Denpasar, Bali, 12 sampai dengan 17 Oktober 2026.

Reza mengakui banyaknya tim dari DIY yang bisa lolos hingga tahap final tidak dapat dilepaskan dari peran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Itu dimulai sejak kompetisi dimulai di awal 2026. Sosialisasi disampaikan ke sejumlah sekolah. Setiap sekolah mendapatkan pembinaan saat siswanya hendak mengikuti FIKSI. 

Baca Juga: Kesbangpol DIY Bekali Pelajar Kulon Progo Pendidikan Politik, Ajak Bijak Bermedia Sosial

Terpilihlah puluhan tim saat seleksi tahap pertama. Kemudian diberikan pembinaan k secara online dan offline. Itu sengaja dilakukan untuk memperkuat gagasan. Memasuki seleksi tahap kedua, setiap tim mendapatkan pembinaan dengan fokus pengembangan usaha dan pembuatan proposal.

Hasilnya, diwujudkan dalam bentuk business plan alias rencana bisnis. Selanjutnya, dikirimkan mengikuti FIKSI 2026. Rencana bisnis diajukan sebanyak 17 tim. Mereka itulah yang berhasil mencapai tahap final. Bertanding di Denpasar, Bali. "Kontingen DIY masuk tiga terbanyak finalis FIKSI 2026," tambah Reza.

FIKSI 2026 memfasilitasi inovasi pelajar di bidang kewirausahaan. Ada sebelas kategori kewirausahaan. Di antaranya, fesyen, wisata, budaya, kuliner, dan teknologi. Hasil inovasi dari peserta dihadirkan. Mulai produk makanan hingga bisnis kewirausahaan.

Perwakilan Tim SMA Negeri 3 Yogyakarta Maheswari Wijaya mengatakan, ikut FIKSI 2026 merupakan pengalaman pertama. Sebelum masuk final, rencana bisnis sudah dirancangnya sejak setahu lalu.

Maheswari bersama rekan-rekannya membawa inovasi bisnis di bidang jasa layanan iklan animasi dua dimensi untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Produk kami berupa jasa membuat animasi  dengan biaya lebih murah dibandingkan jasa lainnya," ucapnya. 

Inovasi jasa layanan sengaja menjadi fokus timnya. Inovasi itu berawal dari kegelisahan mereka saat mengetahui pelaku UMKM. Promosi seakan-akan tak menarik perhatian. Padahal di era digital, pembuatan animasi dengan harga terjangkau penting dilakukan. Mengambil ceruk pasar tersebut, timnya membuat usaha atau bisnis jasa pembuatan animasi. (gas/kus)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia FIKSI DIY FIKSI kewirausahaan SMA Negeri 3 Yogyakarta