Terpaksa Downgrade Gaya Hidup, Kini Pilih Prioritaskan Kebutuhan Pokok daripada Gengsi

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi Downgrade Gaya Hidup
Ilustrasi Downgrade Gaya Hidup

 


JOGJA - Tekanan ekonomi membuat sebagian masyarakat harus menyesuaikan gaya hidup demi bertahan hidup. Keinginan untuk nongkrong di kafe hingga membeli pakaian, kini tak lagi menjadi prioritas. Kondisi itu turut dirasakan Rizki Erwin, 30, perantau asal Semarang yang tinggal di Kota Jogja.

Sejak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar setahun lalu, Rizki harus mengubah pola hidupnya. Pekerjaan informal yang dijalani saat ini membuat penghasilannya tidak menentu. Alhasil, dia tak lagi bisa mempertahankan gaya hidup seperti sebelumnya.

Baca Juga: Distribusi MBG 3B di Purwomartani Tersendat, Kader Keberatan Mengantar Makanan hingga Tiga Kilometer

"Sudah satu tahun terakhir kena PHK, terus ganti pekerjaan informal. Ya, sekarang harus memprioritaskan kebutuhan pokok daripada gengsi," ungkapnya, Minggu (11/10). 

Penyesuaian itu juga menyentuh kebutuhan tempat tinggal. Jika sebelumnya dia menyewa kamar kos seharga Rp 1 juta per bulan, kini Rizki memilih tempat tinggal yang lebih terjangkau agar pengeluarannya tidak membebani keuangan. "Sekarang yang murah saja, kisaran Rp 450 ribu,” tuturnya.

Baca Juga: Milad ke-31 SDIT Luqman Al Hakim, Sekolah Luncurkan Gerakan Anti-Bullying

Meski harus mengurangi berbagai pengeluaran, ia berusaha tetap bersyukur. Baginya, selama kebutuhan pokok masih terpenuhi dan ada pemasukan untuk menyambung hidup, kondisi tersebut tetap patut disyukuri.

Kendati demikian, keinginan untuk kembali menikmati gaya hidup seperti dahulu masih ada. Dia pun berupaya mencari pekerjaan formal dengan penghasilan lebih besar agar kondisi ekonominya bisa kembali stabil.

Di balik perubahan itu, Rizki mengaku mendapat pelajaran berharga dalam mengelola keuangan. Dia merasa lebih mampu mengatur pengeluaran dan tidak lagi boros seperti sebelumnya.

Baca Juga: MBG Model Prasmanan Dianggap Lebih Banyak Kelemahan Dibanding Pakai Ompreng

Kini dia juga belajar membedakan kebutuhan mendesak dengan keinginan yang masih bisa ditunda. "Sekarang aku juga sering cari makanan yang promo atau barang-barang promo, biar lebih hemat sih,” katanya.

Rizki berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Dengan begitu, dia dapat memperbaiki kondisi keuangannya dan perlahan kembali menikmati gaya hidup yang diinginkan. "Semoga cepat dapat kerjaan yang sesuai dan gajinya gede kayak dulu lagi,” harapnya. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Downgrade Gengsi Gaya Hidup IN SIGHT