RADAR JOGJA - Menjelang HUT ke-270 Kota Jogja, Pemerintah Kota Jogja menggelar Malam Berbagi Jogja bersama ratusan pengusaha dan mitra pada Selasa malam (6/10/2026).
Kegiatan ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 909.027.500 yang akan dialokasikan untuk program bedah rumah dan bantuan pendidikan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS Kota Jogja dan para pengusaha yang terlibat.
“Saya terima kasih kepada BAZNAS Kota Jogja serta para pengusaha di Kota Jogja. Ada sekitar 460-an pengusaha yang datang,” ujar Hasto.
Baca Juga: Tatap Pembangunan 2028, Pemkab Gunungkidul Matangkan Kebijakan Makro dan Program Prioritas
Hasto menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata dari nilai gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Yogyakarta, sehubungan dengan tagline HUT ke-270.
“Kita ingin mewujudkan tagline HUT ke-270 Kota Yogyakarta, otentik konkret. Kota Yogyakarta itu otentiknya adalah gotong royong. Nah, gotong royong di hari jadi Kota Yogyakarta harus konkret dirasakan oleh warga Kota Yogyakarta,” katanya.
Wujud konkret tersebut salah satunya diwujudkan lewat penargetan 50 rumah yang akan dibedah secara khusus pada momen hari jadi kota.
Donasi yang terkumpul menjadi dorongan besar untuk mencapai sasaran tersebut.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga membidik total 200 rumah yang akan dibedah hingga akhir tahun.
Baca Juga: Heather Garriock: Sepak Bola Australia Mendukung Konsep AFC Nations League
Dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak di Kota Yogyakarta dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.
“Dana yang terkumpul selain untuk bedah rumah juga untuk dana pendidikan. Kami membantu anak-anak di Kota Yogyakarta ini yang kesulitan membayar biaya pendidikan, jenjangnya dari TK sampai kuliah,” ungkapnya.
Penggalangan dana ini dipastikan masih akan terus dibuka hingga tiga bulan ke depan, sehingga penerima manfaatnya bisa lebih luas.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan 7 Oktober 2026, Ada Peluang Cuan tetapi Jangan Boros
Hasto juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial di wilayahnya.
“Apabila semuanya bergerak bersama, semakin banyak persoalan warga yang dapat kita selesaikan,” pungkasnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva