Lewat Angkringan, Pemkot dan Baznas Jogja Kumpulkan Donasi Hampir Satu Miliar untuk Bedah Rumah

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:45 WIB
AMAL: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama dengan para pemain Angkringan TVRI saat menggelar acara amal bertajuk charity night di Fortuna Suites Malioboro Selasa (6/10/2026) malam. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)
AMAL: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama dengan para pemain Angkringan TVRI saat menggelar acara amal bertajuk charity night di Fortuna Suites Malioboro Selasa (6/10/2026) malam. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)

 JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 909 juta pada satu malam. Yakni lewat kegiatan bertajuk charity night yang diselenggarakan di Fortuna Suites Malioboro pada Selasa (6/10/2026). 

Meski merupakan acara amal, kegiatannya dikemas seru dengan banyolan khas Angkringan TVRI. Serta ada sesi lelang merchandise Kustomfest 2026 seperti helm dan kaos yang hasil penjualannya ikut didonasikan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, berhasil terkumpulnya donasi hingga hampir satu miliar itu merupakan bukti bahwa Kota Jogja masih kuat dengan budaya gotong royong. Sesuai dengan tema HUT Kota Jogja ke-270 otentik konkret.

“Gotong royong di hari jadi Kota Jogja yang ke-270 harus konkret, dan konkretnya itu harus dirasakan langsung oleh warga masyarakat,” ujar Hasto seusai acara.

Diketahui, total ada sekitar 460 pengusaha dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Jogja yang diajak berdonasi dalam acara amal tersebut. Dana yang dikumpulkan dialokasikan untuk 50 kegiatan bedah rumah dan bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Profil Letjen Tri Budi Utomo, Sekjen Kemhan yang Kini Ditunjuk Jadi Wakasad

Mantan Bupati Kulon Progo itu menerangkan, kegiatan bedah rumah akan dikelola seluruhnya oleh Baznas Kota Jogja. Ia menarget seluruh sasaran bedah rumah itu akan selesai pada akhir tahun 2026 mendatang.

“Kami sangat syukuri karena tanpa APBD, tanpa APBN, tapi bisa membangun sebanyak itu,” kata Hasto.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Jogja Abdul Samik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, gerakan kepedulian sangat krusial mengingat masih banyak warga di Kota Jogja yang tinggal di hunian yang tidak layak huni.

Bahkan menurutnya, beberapa rumah masyarakat kurang mampu di Kota Jogja kerap dijuluki sebagai kandang doro (kandang merpati). Lantaran kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak elok sebagai tempat tinggal manusia. Padahal lokasinya berada di dekat rumah mewah atau hotel berbintang.

Baca Juga: Tergiur Untung Angkut Batu Bara Rp20 Ribu Per Ton, Warga Pekanbaru Rugi Rp495 Juta

"Di balik kemewahan yang ada di Kota Jogja ini, ada hal-hal yang memang perlu kita pedulikan bersama-sama," tegas Samik. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
charity night Fortuna Suites Malioboro bedah rumah badan amil zakat nasional Kustomfest