HUT ke-270 Kota Jogja, Hasto: Perubahan Perilaku Masyarakat dan Pembangunan Kampung Jadi Prioritas

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 05:06 WIB

 

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)  

 

Tema Otentik Konkret yang diusung dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jogja menjadi momentum rekonstruksi sosial dan peningkatan pembangunan. Dua komitmen itu yang diusung oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo agar program-program pembangunan bisa berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hasto mengatakan, pemkot tidak boleh hanya terjebak dalam retorika menara gading atau hanya sekedar kencang dalam teori program namun dampaknya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat.

Ia menegaskan makna konkret harus bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang langsung menyentuh perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Sekolah Tak Perlu Ajukan Proposal untuk Ajukan Bantuan, Revitalisasi Bangunan Mengacu Dapodik

"Konkret itu semakin banyak yang bisa kita deliver untuk berdampak. Jangan menara gading terus yang dinyanyikan tinggi-tinggi tetapi tidak dirasakan masyarakat,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Kamis (6/10).

Sebagai salah satu wujud nyata, Hasto menyatakan dalam rangkaian HUT Kota Jogja ke-270 akan diisi kegiatan charity night. Dalam kegiatan tersebut kondisi masyarakat yang kurang mampu akan ditampilkan agar bisa mengetuk hati para donatur untuk menyalurkan bantuan. Baik itu secara langsung maupun melalui lembaga pemerintah seperti Baznas.

Tidak hanya itu, pemkot berkomitmen untuk terus memacu program bedah rumah tanpa bergantung dari anggaran pemerintah seperti APBD atau APBN. Namun melalui aksi gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Gelar Jelajah Kulinerun; Kenalkan Kekayaan Budaya Tamanmartani melalui Event Lari dan Bersepeda

 Sehingga masyarakat bisa kuat dari kampung atau lapisan kewilayahan terbawah. "Kota itu akan tumbuh kalau kampungnya tumbuh. Maknanya, kami membangun mulai dari kampung," jelas Hasto. 

Sejumlah program unggulan berbasis kampung pun terus digencarkan, misalnya lewat program one village one sister university serta one village one sister company. Serta Program mundur, munggah, madhep kali (M3K) yang menyasar permukiman bantaran sungai.

Meski memiliki banyak rencana pembangunan di momentum HUT Kota Jogja ke-270, Hasto mengakui masih banyak tantangan. Salah satunya menyelaraskan perilaku masyarakat dengan predikat Kota Jogja sebagai kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisata. 

Baca Juga: Pemain Muda Berkembang Pesat, Pieter Huistra Buka Kesempatan Masuk Tim Utama

Hasto menilai, kesadaran dan karakter masyarakat dalam kehidupan sehari-hari masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan budaya adiluhung yang disandang Kota Jogja.

 Sehingga melalui momentum HUT Kota Jogja ke-270 ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelaraskan nilai otentik Jogja dengan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Predikatnya kota pendidikan, kota budaya, kota pariwisata. Mestinya mencerminkan budayanya yang adiluhung, pendidikannya bagus, kemampuan berpikir dan SDM-nya bagus, serta karakternya bagus,” tegas Hasto. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
HUT ke-270 Kota Jogja Otentik Konkret hasto wardoyo Wali Kota Jogja masyarakat