Bakteri Bacillus cereus Ditemukan dalam Sampel Makanan MBG SMKN 2 Jogja, Ini Penjelasan Dinkes DIY!

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:51 WIB
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi. Cintia Yuliani/Radar Jog

JOGJA – Sampel makanan pada program makan bergizi gratis (MBG) SMK Negeri (SMKN) 2 Jogja positif bakteri bacillus cereus. Bakteri ini ditemukan pada tiga menu setelah Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Kemenkes DIY menyelesaikan pemeriksaan epidemiologi dan pengujian sampel sisa makanan serta sampel cadangan pascainsiden keracunan, Rabu (17/9/2026) lalu.

​Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan ditemukan bakteri yang menyebabkan diare, muntah, dan gejala lainnya. "Bakteri tersebut ditemukan pada menu ayam gongso, tumis labu siam, hingga nasi," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026). 

​Dia menjelaskan, keracunan yang terjadi dipicu oleh kontaminasi bisa bersumber dari beberapa jalur, mulai dari kualitas bahan baku, higiene lingkungan dapur pengolahan, hingga proses penanganan dan peralatan yang digunakan.

Baca Juga: Kerugian Trans Home Dilaporkan Capai Rp 20 Miliar, Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui

​Sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang, Dinkes DIJ menekankan pentingnya penerapan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) secara konsisten oleh seluruh SPPG. SLHS mewajibkan pengujian lingkungan, ketersediaan air bersih, pembuangan limbah, hingga pelatihan higiene bagi penjamah makanan.

​Terkait dengan status operasional SPPG yang memasok makanan ke SMKN 2 Jogja, dia mengaku kewenangan untuk menutup atau membuka kembali izin operasional berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, pihaknya merekomendasikan SPPG tersebut tidak diizinkan beroperasi kembali sebelum melakukan perbaikan menyeluruh.

"Kita juga melakukan sidak ke sejumlah SPPG pada dini hari untuk memantau langsung proses pengolahan makanan," jelasnya. 

Baca Juga: Van Gastel Tak Ingin Identitas PSIM Jogja Hilang di Tengah Persaingan Sengit Super League

​Pada prinsipnya, dinkes menjalankan seluruh pengujian dan pengawasan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan integritas tinggi. "Untuk menjamin keamanan pangan masyarakat," terangnya.

Sementara itu, Waka Humas SMKN 2 Jogja Arianto Eko Nugroho mengatakan, hingga saat ini pihak sekolah belum kembali menerima MBG. "Kami belum menerima MBG lagi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, keracunan MBG terjadi di sekolah yang dikenal masyarakat luas STM Jetis itu dengan korban 413 orang. Korban mengalami gejala mual, diare, hingga ada yang dirawat inap di rumah sakit. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
positif bakteri dinkes diy program mbg keracunan SMKN 2 Jogja