Awal Musim Hujan Diprediksi Mundur Awal Desember, BMKG: Waspada Kekeringan dan Kebakaran 

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:16 WIB
Warga mengambil air bersih yang ditampung di depan salah satu rumah di Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, beberapa waktu lalu. Pemprov DIY memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan hingga akhir November. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Warga mengambil air bersih yang ditampung di depan salah satu rumah di Padukuhan Banaran, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, beberapa waktu lalu. Pemprov DIY memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan hingga akhir November. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan. Pasalnya awal musim hujan diprediksi mundur untuk seluruh kabupaten/kota di DIY.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta Mamenun mengatakan, berdasarkan hasil analisis data dinamika atmosfer dan laut awal musim hujan diperkirakan mengalami penundaan signifikan. Berkisar mundur tiga dasarian atau 30 hari dibandingkan rata-rata normalnya.

Secara rinci, pada akhir November awal musim hujan kemungkinan terjadi di 25 persen zona musim. Kemudian pada dasarian pertama dan kedua bulan Desember meluas di 37,5 persen zona musim.

Baca Juga: Alun-Alun Penuh, Pemkot Magelang Pilih Keramaian Digeser ke Utara, Tepatnya di Kampus Sidotopo

“Pada dasarian pertama bulan Oktober 2026, seluruh wilayah DIY berada dalam status awas,” ujar Mamenun dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Menghadapi dampak kekeringan, ia mengimbau agar masyarakat pemerintah daerah dan masyarakat mengambil langkah-langkah antisipatif. Misalnya dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kekeringan dan kebakaran lahan.

Disamping itu, penting pula untuk mempersiapkan antisipasi cuaca ekstrem pancaroba karena bulan Oktober ini merupakan masa transisi musim kemarau ke penghujan. Upaya yang dilakukan dengan membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta menguatkan struktur baliho dan bangunan.

Baca Juga: Kabar Baik! Event Lari di Malioboro Berdampak Tingkatkan Okupansi Hotel di DIY hingga 80 Persen

“Selama masa peralihan musim, ada potensi bencana seperti hujan lebat mendadak, petir, angin kencang, puting beliung, dan hujan es,” terang Mamenun.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung menyampaikan bahwa dalam beberapa hari kedepan kondisi cuaca akan didominasi cerah berawan. Sementara ketinggian gelombang dapat masuk kategori sedang hingga tinggi.

“Wisatawan dan masyarakat pesisir kami imbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan petugas di lokasi,” pesan Feri. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
waspada kekeringan musuim hujan mundur bmkg yogyakarta Kebakaran