Hamzah Batik Malioboro Terbakar, 100 Karyawan Dapat Pendampingan Disnakertrans DIY

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB
Dua truk pemadam kebakaran masih berada di lokasi kebakaran Hamzah Batik Malioboro untuk memastikan api tidak kembali menyala Senin (28/9/2026). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Dua truk pemadam kebakaran masih berada di lokasi kebakaran Hamzah Batik Malioboro untuk memastikan api tidak kembali menyala Senin (28/9/2026). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 

 

JOGJA - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY akan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada sekitar 100 karyawan terdampak kebakaran Hamzah Batik Malioboro di Jalan Margo Mulyo, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja, yang terjadi Senin (28/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelangsungan kerja serta pemenuhan hak-hak normatif karyawan selama masa pemulihan operasional toko.

Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo mengatakan, setelah kebakaran terjadi, pihaknya langsung menerjunkan Tim Pengawas Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial ke lokasi untuk memantau situasi secara langsung.

Baca Juga: Sleman Kite Festival 2026, Usung Tema We Share One Sky, Pertemukan Warga, Komunitas, dan Seniman

“Langkah awal kami adalah mendampingi pihak manajemen dan pekerja,” ujarnya Senin (28/9/2026).

Dia berharap manajemen Hamzah Batik Malioboro dapat mencarikan solusi terbaik bagi karyawan yang terdampak.

Dia mencontohkan bisa dengan pengalihan tugas sementara ke unit usaha atau cabang lain.

Sehingga tidak sampai mengorbankan mata pencaharian para pekerja.

“Kami dari Disnkertrans DIY juga turut prihatin atas musibah kebakaran di Hamzah Batik Malioboro,” katanya.

Baca Juga: Dulu Ingin Cepat Dewasa, Sekarang Malah Takut: Realita Gen Z Saat Hidup Mulai Serius

Sementara itu, Manajer Hamzah Batik Malioboro Agung Sanjaya mengatakan, setelah kebakaran terjadi, pihaknya akan menutup sementara toko hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Saat ini, dia pun masih menunggu pihak berwenang melakukan pengecekan kondisi pascakebakaran.

“Hari ini rencana dari Inafis mau ke TKP, baru nanti kita koordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Dia pun menceritakan awal mula kebakaran.

Awalnya, petugas keamanan mendengar suara letupan dari gudang belakang tempat penyimpanan stok batik. Saat dicek, telah terlihat api sekitar pukul 01.00.

Baca Juga: Kepergok Mencuri Barang di Minimarket OKU Selatan, Dua Ibu-ibu Klarifikasi Sampaikan Permintaan Maaf

Petugas kemudian mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api sudah terlalu besar.

“Damkar langsung cepat ke sini, saya dikabari setengah dua pagi sudah ada damkar beberapa,” tuturnya.

Hingga pukul 04.30, api sudah padam. Sementara itu, lantai satu dan dua tidak terdampak api dan hanya terkena air bekas pemadaman.

“Dugaan awalnya saya belum berani berspekualasi,” katanya.

Pantauan Radar Jogja di lokasi sekitar pukul 10.00, masih terdapat dua unit pemadam kebakaran untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang tersembunyi.

Baca Juga: MTs Negeri 9 Sleman Diduga Tarik Pungli, Siswa Baru Diminta Dana Rp 1,9 Juta

Garis polisi juga telah dipasang di sekitar lokasi.

Sejumlah warga dan wisatawan masih terlihat menyaksikan lokasi kejadian.

Beberapa polisi juga masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mencari tahu penyebab kebakaran. (cin)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Hamzah Batik Malioboro Hamzah Batik Malioboro Terbakar Karyawan Pendampingan Disnakertrans DIY solusi