JOGJA - Aktivitas Siklon Tropis Surigae dan bibit Siklon 92W membuat pola angin timuran mendominasi wilayah Jawa, termasuk DIY, membuat cuaca akan semakin terik. Kondisi tersebut diperparah fenomena El Nino kategori sangat kuat yang menekan potensi hujan hingga awal 2027.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, siklon tropis Surigae terdeteksi di Laut Filipina sisi timur. Sementara bibit siklon 92W terpantau muncul di wilayah pesisir Thailand.
Suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan Jawa terpantau cukup sebesar 26-29 derajat Celsius. Sehingga potensi ketersediaan massa uap air pada atmosfer di bawah kondisi normalnya.
“Kelembaban udara pada ketinggian 1,0-3,0 kilometer berkisar 40-60 persen atau kering, sehingga potensi pertumbuhan awan hujan menjadi kecil,” ujar Feri dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: 44 SMK di DIY Jalani Revitalisasi dengan APBN Rp 46,9 Miliar, Ditarget Rampung 17 Desember
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta Mamenun meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Sebab ada ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino kategori sangat kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Pihaknya juga telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk seluruh kabupaten/kota di DIY. BMKG memprediksi curah hujan pada akhir September hingga pertengahan Oktober 2026 berada dalam kategori sangat rendah (0–50 mm per dasarian). Kemudian November masuk kategori rendah (51–300 mm/bulan).
“Akhir musim kemarau di DIY baru diprediksi terjadi pada dasarian I dan II November 2026,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita