JOGJA – KAI Daop 6 Yogyakarta memisahkan jalan akses khusus menuju Stasiun Lempuyangan. Terutama akses naik turun penumpang dan akses jalan umum. Ini dilakukan sebagai langkah awal perluasan area stasiun untuk meningkatkan pelayanan merespons jumlah pengguna kereta api (KA).
“Jalan yang sedang dibangun panjangnya 394 meter dan lebar 9 meter” kata Manager Humas KAI DOP 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih, Selasa (22/9/2026).
Sebelum melakukan perluasan Stasiun Lempuyangan, langkah penertiban kepada 13 rumah perusahaan juga telah dilakukan. Belasan rumah perusahaan ini bukan termasuk bangunan warisan budaya maupun cagar budaya. Hal ini telah dinyatakan secara resmi oleh Disbud Kota Jogja.
“Dari 13 rumah perusahaan itu, 11 rumah telah dirobohkan, 2 rumah akan dipertahankan tetap berdiri sesuai arahan dan rekomendasi Disbud Kota Jogja,” ujarnya.
Baca Juga: Di-DO UMPWR, Hilang selama Enam Bulan, Imigrasi Purworejo Deportasi Mahasiswa asal Mali
Pihaknya juga telah memastikan, seluruh langkah dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan sudah melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga, rumah yang dirobohkan diperbolehkan sesuai dengan peraturan yang ada.
Penataan dan perluasan sisi selatan Stasiun Lempuyangan menyusul semakin bertambahnya penumpang. Sehingga perlu adanya perluasan dan penataan ulang untuk mendukung partumbuhan angkutan di Stasiun Lempuyangan yang tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. “Baik bagi operasional kereta api dan masyarakat,” lanjutnya.
Tercatat Stasiun Lempuyangan melayani 5.392.700 penumpang pada 2024. Angka itu naik sebesar empat persen di tahun berikutnya, menjadi 5.605.414 penumpang. Per harinya volume penumpang KA jarak jauh yang naik dan turun mencapai 12.586 penumpang. Sedangkan KRL Commuterline Jogjakarta–Palur sebanyak 4.500 penumpang.
Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U
“Stasiun Lempuyangan juga melayani angkutan barang,” jelasnya.
Dia berharap dengan penataan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan wisatawan dalam aksesibilitas transportasi yang ke depannya akan dikembangkan menjadi simpul integrasi antarmoda yang ideal untuk mendukung mobilitas.
“Hal ini juga sesuai dengan visi KAI untuk mengoptimalkan stasiun menjadi ruang publik dengan menghubungkan place-people- communities, wujudkan lifestyle hub,” imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita