Sutradara Hanung Bramantyo Berduka Usai Den Baguse Ngarso Meninggal, Sosok Kakak dan Panutan Seniman

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:45 WIB
Hanung Bramantyo.
Hanung Bramantyo.

JOGJA - Panggung kesenian Indonesia kembali diselimuti awan hitam. Aktor sekaligus maestro komedi legendaris asal Yogyakarta, Susilo Nugroho—yang lebih dikenal publik lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarso—diwartakan mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (21/9/2026).

Berita duka yang berembus cepat ini langsung menghujam perasaan para seniman tanah air. Salah satu figur yang paling merasakan kepedihan mendalam atas kabar kepulangan almarhum adalah sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo.

Sutradara yang juga mengawali jejak kreatifnya dari bumi Mataram itu tak sanggup menyembunyikan rasa duka yang mendalam. Raut kepedihan terpancar jelas saat ia membagikan respons pertamanya usai mendengar kabar duka tersebut.

Tanpa banyak kata penjelas, Hanung mengungkapkan betapa terkejutnya ia atas kepergian figur yang sudah dianggapnya sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Rencana melayat ke rumah duka pun langsung ia susun saat itu juga.

Baca Juga: Bupati Bantul Abul Halim Muslih Klaim Kelok 23 JJLS Pikat Banyak Investor, Ingatkan soal Perizinan

"Komentar saya, saya terluka sekali, saya sedih. Saya baru dikabari dan habis ini saya mau ke sana," tutur Hanung dengan nada suara yang bergetar.

Bagi Hanung, peninggalan serta jejak langkah almarhum Susilo Nugroho bukan sekadar memori kolektif penikmat seni pertunjukan. Lebih dari itu, almarhum adalah jembatan awal yang memantik kecintaannya pada dunia seni peran.

Kenangan masa muda kembali berputar di benak Hanung. Ia mengingat betul bagaimana sosok Den Baguse Ngarso selalu sukses menyihirnya lewat panggung lakon Teater Gandrik sejak ia masih menduduki bangku sekolah menengah atas.

Karakter yang dibawakan almarhum di panggung teater tidak pernah gagal menyedot perhatiannya. Bagi Hanung remaja kala itu, kehadiran sosok Susilo Nugroho di atas panggung adalah penampakan yang paling dinanti-nanti.

Rasa kagum itu tidak luntur sedikit pun saat Hanung mulai melangkah ke ranah industri film profesional. Ia menilai seni peran yang dibawakan almarhum dalam berbagai sinetron komedi layar kaca merupakan karya orisinal yang sulit ditandingi.

Baca Juga: Ratusan Warga di Purworejo Keracunan MBG, SPPG Langsung Ditutup

Gaya komedi yang dibawakan almarhum dinilainya sangat bersahaja, namun selalu berhasil menyampaikan pesan kritikan yang tajam dan tepat sasaran. Keunikan karakter tersebut melekat kuat hingga sulit digantikan oleh siapa pun.

Kekaguman murni itulah yang membulatkan tekad Hanung untuk melibatkan sang senior dalam proyek film modern arahannya. Salah satu momen berkesan baginya adalah ketika ia bekerja sama dengan almarhum dalam film Ipar Adalah Maut.

Bagi Hanung, kehadiran almarhum di lokasi syuting selalu membawa magis tersendiri. Karakter yang ia perankan berhasil memberikan warna tersendiri yang membuat tiap adegan terasa makin bernyawa dan membekas di hati penonton.

Kini, panggung sandiwara itu telah usai dan sang maestro telah berpulang. Namun, karya, kehangatan, serta inspirasi yang dititipkan Susilo Nugroho akan terus hidup dalam ingatan masyarakat dan panggung kesenian Indonesia.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Den Baguse Ngarso Meninggal Seniman Jogja Berduka Susilo Nugroho hanung bramantyo teater gandrik