Positif Tifoid dan Bakteri, Satu Murid SMKN 2 Jogja Opname karena Diduga Keracunan MBG

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 20:16 WIB
Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi.
Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi.

 

JOGJA - Satu murid SMKN 2 Jogja harus menjalani rawat inap di RSU Mitra Sehat, Gamping, Sleman, Jumat (18/9) malam. Murid itu diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di hari Rabu (16/9).

Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, salah satu murid Fahri Anando Satria, kelas X TAV mengalami pusing setelah mengonsumsi MBG, Rabu (16/9). "Keluhan berlanjut hari Kamis dan Jumat, disertai demam," katanya saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (20/9).

Meskipun dalam kondisi kurang sehat, Kamis (17/9) dan Jumat (18/9) Fahri tetap berupaya mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Namun di hari Jumat (18/9) malam sekitar pukul 22.00, kondisi Fahri semakin memburuk.

Baca Juga: Disdikpora DIY Minta Layanan SPPG Dievaluasi, Kasus Keracunan Jadi Peringatan

Dia kemudian meminta untuk diperiksakan ke RSU Mitra Sehat. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, positif tifoid dan positif bakteri," jelasnya. Fahri pun menjalani rawat inap untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan lebih lanjut.

Sementara itu, Waka Humas SMKN 2 Jogja Arianto Eko Nugroho mengatakan, pihak sekolah telah melakukan kunjungan untuk menjenguk sekaligus memastikan kondisi Fahri Sabtu (19/9) sore. "Mas Fahri saat dijenguk kondisi stabil dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik," katanya.

Hingga saat ini, kondisi Fahri berangsur membaik. Namun, kini siswa itu masih menjalani perawatan di RSU. Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi ini kepada pihak-pihak terkait, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kemarin SPPG juga minta hasil pemeriksaan (Fahri, Red) guna klaim. Tapi teknisnya kami belum diinfo," tuturnya.

Baca Juga: Pihak SMKN 2 Jogja Bicarakan  Kompensasi Biaya Pengobatan Siswa yang Keracunan MBG dengan SPPG

Pihak sekolah akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan keluarga terkait perkembangan kondisi Fahri yang diduga mengalami keracunan.

"Kalau sejauh ini aman, tidak ada laporan lagi yang dirawat jalan maupun rawat inap, hanya Mas Fahri yang dirawat inap," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 413 murid, guru, karyawan, dan mahasiswa PPL di SMKN 2 Jogja mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi MBG, Rabu (16/9). Ayam gongso yang dimasak kurang matang diduga menjadi penyebab keracunan. (cin/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Raden Suci Rohmadi keracunan mbg Mbg SMKN 2 Jogja Disdikpora DIY