JOGJA - Waka Humas SMKN 2 Jogja Arianto Eko Nugroho membenarkan adanya dugaan keracunan di sekolahnya. Dari 413 siswa yang mengalami keracunan, terdapat delapan siswa yang tidak masuk sekolah, Kamis (17/9).
Salah seorang siswa bahkan tidak masuk selama dua hari karena keluhan perut melilit pada Rabu (16/9) dan Kamis (17/9). "Satu orang dirawat jalan, merasa sakit ke Puskesmas Gamping untuk mendapatkan obat. Di hari Rabu izin pulang," katanya.
Baca Juga: 413 Siswa, Guru, dan Karyawan SMKN 2 Jogja Keracunan MBG; Diduga dari Ayam Gongso yang Kurang Matang
Selain siswa tersebut, tidak ada siswa lain yang melaporkan menjalani pengobatan di puskesmas maupun rumah sakit. Pihak sekolah saat ini juga tengah membicarakan kompensasi biaya pengobatan yang dikeluarkan korban dengan pihak SPPG.
"Ada juga 14 mahasiswa yang PPL mengalami keluhan sakit perut setelah konsumsi MBG," tuturnya.
Selain itu, terdapat siswa yang mengalami diare hingga harus bolak-balik ke kamar mandi sebanyak delapan kali. Meski mengalami keluhan itu, sejumlah siswa tetap memaksakan diri untuk berangkat sekolah.
Menurutnya, kondisi siswa saat ini sudah kembali normal. Program kebugaran yang diterapkan di sekolah juga membuat para siswa tetap beraktivitas dan tidak terlalu merasa trauma dengan peristiwa itu.
Baca Juga: Drama Bursa Transfer, Hanif Sjahbandi yang Sempat Diumumkan Rekrutan Anyar PSS Tiba-Tiba ke Arema FC
Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun berjalan seperti biasa. "Saat ini semua sudah berangkat, termasuk yang rawat jalan dua hari, mahasiswa PPL, karyawan, dan guru," katanya.
Atas kejadian ini, dia berharap pihak SPPG dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Terutama dengan lebih memperhatikan proses penyediaan makanan agar kejadian serupa tidak terulang. (cin/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja