Konsumsi Pertalite di DIY Naik 6-7 Persen, Seluruh Kabupaten/Kota Ajukan Tambahan Kuota

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:36 WIB
Pengendara kendaraan bermotor mengantre saat membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Jogja, Jumat (18/9/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pengendara kendaraan bermotor mengantre saat membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Jogja, Jumat (18/9/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA – Seluruh kabupaten/kota di DIJ mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi. Pengusulan tersebut dilakukan seiring adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi sekitar 6 sampai 7 persen.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) DIY Atik Sudarmi mengatakan, pemerintah memberikan kesempatan kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengajukan usulan penambahan kuota BBM bersubsidi. Awalnya hanya Gunungkidul yang meminta tambahan kuota BBM subsidi, tetapi kabupaten/kota lainnya di DIY juga telah mengajukan tambahan kuota per Kamis (17/9/2026). 

"Ini sedang kita olah, untuk data besaran (kuota penambahan BBM subsidi, Red) masih akan kita rapatkan internal dulu," katanya, Jumat (18/9/2026). 

Atik menjelaskan, dari sisi peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, kenaikannya masih tergolong wajar dan belum terlalu signifikan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina serta audiensi dengan DPC Hiswana Migas DIY, ketersediaan stok BBM di wilayah DIY juga masih aman.

Baca Juga: DPR RI Minta SMA Negeri 1 Sentolo Tak Memaksakan Siswa Untuk Klarifikasi Minta Maaf

"Kemungkinan beralih ke Pertalite karena selisih harga dengan non-subsidi cukup besar," ujarnya.

Sementara itu, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, hingga kini masih menunggu data terkait usulan penambahan kuota BBM bersubsidi dari Biro Perekonomian dan SDA, serta DPUPESDM DIY. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan analisisnya. "Biasanya dari kita setelah ada pengajuan dari kabupaten/kota, kuota, ini berapa, tapi sudah saya disposisi," tuturnya.

Terkait langkah antisipasi agar tidak terjadi antrean panjang pembelian BBM bersubsidi seperti yang terjadi di Makassar, pemprov telah mendorong efisiensi penggunaan kendaraan. Upaya tersebut dilakukan dalam aktivitas kedinasan maupun kegiatan pemerintahan.

Salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan secara individual dalam kegiatan kedinasan. Menurutnya, langkah efisiensi pun juga perlu mempertimbangkan dampak terhadap sektor lain, termasuk penyediaan parkir dan akses transportasi seperti Trans Jogja. "Misalnya kita mengikuti kunjungan gubernur, ya enggak setiap kepala dinas membawa mobil satu-satu, tapi kita naik bareng-bareng," terangnya.

Baca Juga: Tergabung di Grup Tengah,  Persiba Bantul Bidik Lolos ke Championship

Made menyebut, sejauh ini belum ada kebijakan khusus yang signifikan terkait kondisi konsumsi BBM bersubsidi. Pemprov DIY masih berharap ketersediaan stok BBM di wilayah DIY tetap terjaga. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan Pertamina untuk memantau kondisi pasokan BBM. 

Menurutnya, pengajuan penambahan kuota BBM bersubsidi merupakan hal yang biasa dilakukan setiap tahun. Pihaknya akan mengajukan kebutuhan tambahan berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing. "Nanti akan ada analisis juga," tambahnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
ajukan tambahan konsumsi meningkat BBM Subsidi kuota Pertalite