Keterbatasan Tak Halangi Lakukan Hal Produktif, 100 Penyandang Disabilitas Membatik Bersama se-DIY

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB
FOKUS: Penyandang disabilitas mengikuti pelatihan membatik dalam kegiatan Membatik Bersama 100 Difabel di Pendopo Wiyata Praja, kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
FOKUS: Penyandang disabilitas mengikuti pelatihan membatik dalam kegiatan Membatik Bersama 100 Difabel di Pendopo Wiyata Praja, kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Keterbatasan tidak menghalangi penyandang disabilitas di DIY untuk mengikuti kegiatan produktif. Sebanyak 100 penyandang disabilitas dari kabupaten/kota se-DIY mengikuti kegiatan membatik bersama di Pendopo Wiyotropojo, Kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2026).

Salah satu penyandang disabilitas Endang Sundayani, 49, tertarik mengikuti kegiatan ini untuk mengisi waktu luangnya sekaligus mempelajari hal baru yang belum pernah dia pelajari. Sebab, di tengah keterbatasannya, dia ingin tetap berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. "Sebelumnya belum pernah membatik, kebetulan ada kesempatan ya saya ikut," katanya saat ditemui di lokasi.

Perempuan paruh baya asal Sleman itu mengikuti kegiatan karena ingin menambah aktivitasnya yang sehari-hari diisi dengan merajut dompet dan menyanyi. Sekaligus untuk menambah relasi. "Setelah adanya kegiatan ini nanti ada untuk dijual itu yang menarik," ujarnya.

Baca Juga: Pil Yarindo Dibeli lewat WhatsApp, Dijual Rp 20 Ribu hingga Rp 50 Ribu, Sasar Anak Sekolah

Terlebih, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga merupakan pembatik profesional. Hal itu menjadi kesempatan Endang sekaligus belajar membatik dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Selain itu, terdapat peluang jangka panjang berupa pelatihan membatik dan kesempatan menjual produk yang dihasilkan. Dari situ, dia melihat adanya peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

"Harapannya karya kita bisa lebih go publik, apalagi ada marketnya," jelasnya.

Sementara itu, peserta lainnya Sri Wahyuni, 57, mengatakan, telah dua kali mengikuti acara tersebut. Kegiatan membatik dapat mengisi waktu luang sekaligus mengasah keterampilannya dalam membatik. Terlebih, batik saat ini dianggap banyak peminatnya.

Baca Juga: Keren! Anugerah Inovasi Gunungkidul Diikuti 149 Karya, 39 Jadi Nominator: Ini Dia Karya Terbaiknya..

Selain sering mengikuti kegiatan semacam ini, dalam kesehariannya Sri juga menjual jamu. Jamu tersebut dijual di berbagai event maupun secara berkeliling. Dia juga menjajakan batik buatannya sambil berjualan jamu. 

Dia pun memiliki keinginan untuk mempunyai usaha batik sendiri. Sebab, selama ini dia bekerja pada bagian produksi batik milik temannya. Dengan memiliki usaha sendiri, diharapkan bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. "Kegiatan ini juga untuk mengisi hari tua, karena membatik memang perlu waktu luang dan menyendiri," kata warga Kota Jogja ini.

Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno mengatakan, seratus penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan membatik tersebut terdiri atas penyandang disabilitas daksa, polio, rungu wicara, intelektual, rungu tunagrahita, mental tunalaras, low vision, autisme, dan cerebral palsy.

"Kegiatan ini berawal dari CSR PT Mandiri Utama Finance, yang dikembangkan oleh difable zone dan dikolaborasikan dengan Pemda DIY," bebernya.

Baca Juga: Susul TPR Baron, Lima TPR di Gunungkidul Ini Disiapkan Segera Terapkan Tiket Cashless

Tujuan kegiatan ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membuka akses dan kesempatan agar mereka dapat berkarya dan berdaya secara berkelanjutan. "Ini nanti akan diperluas ekosistem usaha yang harapannya menjadi sentra batik disabilitas di DIY," katanya.

Suyarno mengatakan, hasil karya para peserta nantinya akan dipamerkan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Nasional di YIA. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi terkait rencana tersebut. Pameran rencananya digelar Desember mendatang. "Nanti juga dimungkinkan diperjualbelikan karyanya," tuturnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Penyandang Disabilitas Berprestasi membatik bersama Hari Disabilitas Nasional Difabel berbakat