JOGJA - Duka menyelimuti jajaran relawan Palang Merah Indonesia (PMI) DIY dan Korps Bhayangkara. Irjen Pol (Purn) Haka Astana Mantika Widya, mantan kapolda DIY sekaligus Wakil Ketua PMI DIY dan Plt Ketua PMI Kota Jogja itu berpulang setelah melawan sakit. Sosok almarhum meninggalkan kesan tersendiri bagi para koleganya.
Upacara penghormatan terakhir dilakukan secara dinas kepolisian di rumah duka, Jalan Tino Sidin, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Selasa (15/9/2026). Haka Astana meninggal dunia pada usia 69 tahun di Rumah Sakit JIH setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal.
Bagi para kolega, sosok Haka Astana merupakan inspirasi. Ketua PMI DIY Gusti Bendara Pangeran Harya (GPBH) Prabukusumo mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap misi kemanusiaan. Sekaligus suri teladan yang memegang teguh kedisiplinan.
"Almarhum sosok yang sangat disiplin. Jiwa kemanusiaannya bagus dan selalu siap menjalankan tugas,” kenang Gusti Prabu, sapaannya akrabnya, di sela upacara pemakaman, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Carut-Marut Pajak Reklame Rokok di Kulon Progo, Tak Berizin Tetap Ditarik Pajak
Ia menceritakan momen haru menjelang kepergian almarhum. Sedianya Haka dijadwalkan mengikuti prosesi pelantikan pengurus PMI DIY untuk periode ketiganya pada 14 September 2026. Namun, takdir berkata lain. Dua hari menjelang pelantikan, almarhum harus dilarikan ke ruang ICU RS JIH akibat kondisi kesehatannya yang menurun.
Almarhum diketahui telah mengabdi di pengurus PMI DIY sejak 2016 sebagai anggota Dewan Kehormatan, sebelum akhirnya menjabat wakil ketua PMI DIY periode 2021–2026 dan terpilih kembali untuk periode 2026–2031. Haka juga sempat mengisi kekosongan jabatan Ketua PMI Kota Jogja.
"Saat saya menjemput Pak Jusuf Kalla (Ketua Umum PMI Pusat) di Bandara Adisutjipto, saya sampaikan bahwa Pak Haka mohon maaf tidak bisa menghadiri pelantikan karena harus masuk ICU,” kenangnya.
Jejak pengabdian almarhum di PMI juga terukir kuat. Gusti Prabu mengungkap kontribusi besarnya adalah membenahi dan menata manajemen organisasi di PMI Kota Jogja setelah didera masalah korupsi.
Baca Juga: Tradisi Selama Musim Kemarau, Warga Padukuhan Kemaras Kulon Progo Rela Sedot Selang demi Air Bersih
Di bawah kepemimpinan almarhum sebagai pelaksana tugas ketua, unit donor darah, tata kelola administrasi, apotek, hingga Klinik Pratama PMI Kota Jogja berhasil dibenahi hingga meraih predikat Paripurna. "Kami selaku ketua PMI DIY tentu sangat merasa kehilangan,” tegas Gusti Prabu.
Mantan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) juga mengenang sosok almarhum. Bagi orang yang pernah mengisi jabatan ketua PMI Kota Jogja itu, Haka Astana merupakan sosok yang memiliki kepribadian tenang namun tetap berpegang teguh pada prinsip.
Selain ketegasannya dalam memimpin, Heroe juga menegaskan etos kerja dan semangat pantang menyerah Haka juga menjadi hal yang paling berkesan. Semangat almarhum mampu mengalahkan keterbatasan kondisi fisiknya, bahkan dia saat sedang sakit.
"Semangatnya itu saya kira mengalahkan kondisi badannya. Sehingga meskipun sudah sakit, beliau masih sering ke kantor dan memberikan semangat kepada teman-teman relawan serta semuanya," ucap Heroe. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja