JOGJA - Profesi apoteker dituntut untuk terus beradaptasi dan bertransformasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DIY menggandeng delapan institusi perguruan tinggi kefarmasian di DIY.
Delapan perguruan tinggi itu secara resmi digandeng dalam Pertemuan Ilmiah dan Ekshibisi Yogyakarta (PIE YO) 2026 yang berlangsung dari tanggal 11–13 September 2026. Meliputi UGM, USD, UAD, UII, UMY, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya), Universitas Alma Alta Yogyakarta, dan Universitas Kristen Immanuel.
Ketua PD IAI DIY Periode 2026–2030 Deddy Setyono mengatakan, kolaborasi lintas institusi tersebut merupakan upaya pihaknya menyiapkan tenaga kefarmasian yang tangguh di masa depan. Mengusung tema Synergy of Pharmaceutical Science, Technology and Practices: Preparing Pharmacists for the Intelligent Future, forum itu menerjemahkan tantangan era kecerdasan ke dalam langkah nyata. Sebab masa depan profesi apoteker tidak cukup dihadapi dengan mempertahankan cara kerja lama.
Baca Juga: Laptop Ultra-Ringan dengan Fitur AI Resmi Hadir di Indonesia, Baterai Bisa Tahan hingga 19 Jam
“Kami membutuhkan kemampuan untuk belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kemajuan teknologi tetap bermuara pada keselamatan pasien serta kesehatan masyarakat," ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Deddy, kehadiran teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam dunia medis tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang menggeser peran manusia. Namun teknologi harus mampu dikendalikan sebagai mitra strategis untuk meningkatkan presisi dan mutu Pelayanan Kefarmasian.
Menurutnya, teknologi bukan hadir untuk menggantikan profesi tenaga profesional kesehatan atau sarjana farmasi. Melainkan dapat dijadikan sebagai mitra strategis yang perlu dipahami, dikendalikan, dan diarahkan.
“Sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan semakin cerdas, aman, dan berkualitas," tegas Deddy.
Baca Juga: Mager Tapi Mau Sehat? Ini 7 Olahraga Ringan yang Cocok Buat Anak Kos
Lebih lanjut, Mantan Ketua Pengurus Cabang IAI Sleman itu mengungkapkan bahwa Rangkaian PIE YO juga melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya pada Minggu (13/9/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul. Ratusan apoteker turun langsung ke lapangan untuk menyapa masyarakat melalui kegiatan senam bersama, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan edukasi kesehatan langsung.
Dalam rangkaiannya PIE YO juga diawali Konferensi Daerah (Konferda) PD IAI DIY serta sesi presentasi oral hasil penelitian yang berlangsung secara paralel di tiga ruangan. Pada konferda juga dilakukan penetapan pengurus baru dengan susunan Deddy Setyono sebagai Ketua PD IAI DIY 2026–2030, lalu Arifianti Piskana Susilowati sebagai Ketua Dewan Dewan Pengawas dan Wimbuh Dumadi, sebagai Ketua Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia (MKEAI) PD IAI DIY.
Baca Juga: Makin Ramai, Stasiun Kutoarjo Rerata Layani 112 Ribu Orang per Bulan
Deddy menekankan bahwa seluruh ilmu yang didapatkan selama konferensi harus berdampak langsung bagi masyarakat luas. Khususnya di bidang kesehatan yang menjadi konsen profesi apoteker.
“Kompetensi dan kemajuan ilmu apoteker dalam konferda harus kepada masyarakat demi peningkatan derajat kesehatan bersama,” tegas Deddy. (inu)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja