Grand Launching WINASIS dan Kick Off JHIC series 2.0, Lahirkan Talenta Digital Berkarakter Luhur

Kusno S Utomo • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 06:00 WIB
Kompetensi: Kepala Dinas Dikpora DIY R. Suci Rohmadi (dua dari kiri) dan Kabid Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY Wiwik Indriyani (kanan) bersama mitra saat peluncuran WINASIS dan  Kick Off  JHIC 2026 di Performance Hall UNY pada Sabtu (12/9). (ISTIMEWA)
Kompetensi: Kepala Dinas Dikpora DIY R. Suci Rohmadi (dua dari kiri) dan Kabid Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY Wiwik Indriyani (kanan) bersama mitra saat peluncuran WINASIS dan Kick Off JHIC 2026 di Performance Hall UNY pada Sabtu (12/9). (ISTIMEWA)

 JOGJA - Menanam beringin di tanah bertuah

Akarnya kokoh menembus zaman

WINASIS mengasah ilmu menuju Marwah

Jagoan Hosting melahirkan inovator masa depan

Bukan sekadar lomba mencari juara

Bukan sekadar teknologi dipamerkan

Hari ini kita menyalakan Cahaya

Agar masa depan Jogja semakin diterangkan.

            Dua pantun itu diucapkan secara khusus Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY R. Suci Rohmadi. Dia menyampaikan itu saat membuka acara Grand Launching WINASIS dan Kick Off Jagoan Hosting Innovation Competition (JHIC) 2026 di Performance Hall Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (12/9).

Suci mengapresiasi kolaborasi yang dicanangkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY Wiwik Indriyani yang melakukan inovasi bersama mitra industri jagoan hosting sehingga melahirkan program WINASIS akronim dari Wahana Inovasi Pembelajaran Adaptif, Sinergis, Integratif  dan Smart. Arti dalam bahasa Jawa kata winasis berasal dari kata dasar Wasis yang berarti cerdas sehingga bisa dimaknai guru adalah orang yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan dalam mengembangkan keilmuannya.

“Ini bukti nyata komitmen kita dalam memperkuat ekosistem digital bagi para guru di DIY. Melalui wadah pembelajaran interaktif ini, kita ingin memastikan para pendidik  memiliki ruang yang luas meningkatkan kompetensi digitalnya,” ungkap Suci.

Menurut dia, guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar menginspirasi murid-muridnya. Di tengah akselerasi teknologi global saat ini, ingat Suci, DIY punya prinsip yang teguh. Digitalisasi tak boleh melupakan akar budaya.

“Budaya luhur Ngayogyakarta Hadiningrat yang sarat akan nilai-nilai Hamemayu Hayuning Bawana. Menjaga keserasian, keselarasan, dan kedamaian dunia, harus menjadi fondasi utama,” ingat dia. 

Baca Juga: PSIM Jogja Kalah 0-1 dari Persebaya, Kartu Merah Adrian Purczycki Jadi Titik Balik Pertandingan

 Pendidikan digital bukan sekadar mencetak manusia-manusia mahir mengoperasikan komputer atau membangun infrastruktur teknologi informasi. Suci ingin teknologi menjadi sarana memperkuat karakter, etika, dan kemanusiaan. Kemajuan digital harus berjalan beriringan dengan nilai unggah-ungguh, gotong royong, dan kearifan lokal.

Kepala dinas menilai, JHIC 2026 itu sebagai panggung kompetisi inovasi teknologi. Karena itu, peserta diwanti-wanti agar memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Mengasah kemampuan teknis, kreativitas, dan daya saing. Dalam kesempatan itu, Suci kembali mengutip pesan leluhur, “sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh”. Maknanya, sawiji merupakan reprensentasi dari fokuskan pikiran dan tujuan inovasi membawa manfaat bagi masyarakat luas. Greget berarti menunjukkan semangat dan ketekunan yang tinggi dalam berkarya.

“Sedangkan sengguh artinya milikilah rasa percaya diri yang kuat atas kemampuan diri tanpa menjadi sombong. Ora Mingkuh itu jangan pantang mundur menghadapi tantangan dan kesulitan,” tandas Suci.

Karena itu, dia ingin dari kegiatan tersebut tercipta inovator teknologi yang cerdas digitalnya. Namun tetap santun budi pekertinya. Suci berharap sinergi terus tumbuh berkembang demi kemajuan pendidikan sehingga melahirkan talenta-talenta digital masa depan yang berkarakter luhur.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di 14 Kecamatan Kabupaten Magelang, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan talkshow. Narasumber menghadirkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY Wiwik Indriyani, Direktur Jagoan Hosting Andy Novianto dan Kepala SMK Negeri 1 Bantul Raharjo, dengan host dari Garuda Park Hub Komdigi DIY.

Wiwik memaparkan, WINASIS merupakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) SMK berbasis ekosistem digital dan standar industri pada Dinas Dikpora DIY. Program in bertujuan mengakselerasi transformasi SDM SMK melalui ekosistem digital. ”Kolaborasi dan standar industri untuk mewujudkan SMK unggul berdaya saing global,” paparnya.

Dia  mengungkapkan adanya anomali ketenagakerjaan lulusan vokasi di era society 5.0. Ada kesenjangan antara profil lulusan SMK dengan kebutuhan industri modern sehingga menciptakan tantangan strategis di DIY. Wiwik juga menyebutkan inovasi aksi perubahan program WINASIS dalam rangka mengatasi paradoks pengangguran SMK melalui transformasi SDM menuju glocal talent 2045 di era distrupsi teknologi. Selain itu, memenuhi mandat regulasi SDGs dan asta cita ke 4 tentang peningkatan kapasitas SDM, karena regulasi telah memberikan jalan maka saatnya mewujudkannya dalam karya nyata.

“Saatnya kita mengeksekusi melalui perbaikan mutu layanan. Tujuan utama mewujudkan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan menciptakan SDM SMK yang WINASIS,” tegasnya.

WINASIS bukan sekadar aplikasi. Menurut Wiwik, merupakan transformasi budaya kerja ekosistem digital dengan tata kelola kolaboratif membangun SDM SMK yang adaptif dan profesional menuju Indonesia Emas 20245. (kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Jagoan Hosting Innovation Competition (JHIC) 2026 WINASIS JHIC Dinas Dikpora DIY