Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan dan Perlindungan Kader Posyandu

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:10 WIB
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini. DOKUMENTASI PRIBADI
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini. DOKUMENTASI PRIBADI 

JOGJA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja terus menunjukkan keberpihakannya terhadap garis terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui Komisi D, berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan serta dukungan operasional bagi para kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di seluruh wilayah Kota Jogja.

Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini mengatakan, kader posyandu merupakan ujung tombak dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, menekan angka kematian bayi, hingga memitigasi risiko stunting di tingkat kampung. Namun, beban kerja dan tanggung jawab besar yang diemban sering kali belum sebanding dengan apresiasi atau insentif finansial yang diterima selama ini.

“Oleh karena itu, Komisi D siap mengawal dan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para kader, baik dari sisi insentif operasional maupun pelatihan peningkatan kapasitas," ujar Darini, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Menuai Kritik, France Football Coret 5 Nama Besar dari Ronaldo hingga Pedri dari Ballon d’Or 2026

Bagi politisi PDI Perjuangan ini, kader posyandu sudah seperti pahlawan kesehatan. Sebab mereka bekerja dengan hati tanpa kenal lelah di tengah-tengah masyarakat. Serta mengabdi dari pintu ke pintu untuk memastikan gizi anak-anak kita terpenuhi dan lansia terpantau kesehatannya.

Menurutnya, tuntutan tugas kader posyandu saat ini kian kompleks karena transformasi layanan kesehatan menuntut mereka tidak hanya sekadar mencatat dan menimbang balita. Namun juga harus menguasai pencatatan digital, memberikan edukasi pencegahan penyakit menular, hingga melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting.

Darini mengaku, terus mendorong peningkatan anggaran untuk kader posyandu lewat pengajuan APBD. Komisi D berencana melakukan koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan Kota Jogja untuk merumuskan formulasi insentif yang lebih memadai dan manusiawi.

"Kami tidak ingin apresiasi kepada para kader hanya sebatas pujian atau kata-kata manis. Realisasinya harus masuk ke dalam postur anggaran daerah,” tegasnya.

Baca Juga: Nyai Husnul Khotimah Warsun, Potret Kepemimpinan Perempuan di Pesantren

Darini memastikan, jajarannya akan mengupayakan kenaikan alokasi uang operasional, jaminan perlindungan kesehatan kerja hingga dukungan sarana prasarana penunjang di tiap posyandu. Supaya kesejahteraan kader semakin meningkat dan pelayanan mereka kepada masyarakat semakin optimal.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jogja ini kembali menegaskan penguatan kader dan fasilitas posyandu merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh di Kota Jogja. Ia memastikan, Komisi D yang mengawal isu kesehatan akan terus memantau proses penganggaran hingga kebijakan agar berpihak kepada kader posyandu 

“Jika kader sejahtera dan dibekali keterampilan memadai, otomatis derajat kesehatan warga Kota Jogja juga akan meningkat,” tegasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Perjuangkan Kesejahteraan perlindungan kader Posyandu pelayanan kesehatan